Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 18 April 2026 | Setelah menyabet posisi ketiga pada FIFA Women’s Series 2026, Timnas Putri Indonesia justru mencatat penurunan peringkat di papan klasemen dunia. Pada pembaruan ranking FIFA per Jumat, 17 April 2026, Garuda Pertiwi berada di posisi ke-106, turun satu peringkat dari ke-105 pada peringkat sebelumnya. Penurunan ini menimbulkan keprihatinan di kalangan penggemar dan menambah urgensi desakan pembentukan Liga Putri yang kembali bergema di seluruh negeri.
Perjalanan Timnas Putri Indonesia dalam turnamen tersebut dimulai dengan kekalahan telak 1-7 atas Republik Demokratik Kongo (RD Kongo). Kekalahan tersebut menurunkan poin tim secara signifikan, membuat Indonesia sempat terjatuh ke peringkat 109. Namun, dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga melawan Kaledonia Baru, Garuda Pertiwi bangkit dengan skor 4-2, mengamankan medali perunggu. Meskipun kemenangan tersebut memberikan sedikit kenaikan, total poin tim berakhir pada 1.175,97 poin, mengalami penurunan 0,88 poin dibandingkan sebelum turnamen.
Penurunan peringkat ini dipengaruhi tidak hanya oleh hasil pertandingan, melainkan juga oleh dinamika pergerakan tim lain. RD Kongo, setelah mengalahkan Thailand 0-2, melesat naik enam peringkat hingga menempati posisi 103, melampaui Indonesia. Sementara itu, di zona Asia Tenggara, Garuda Pertiwi berada di peringkat enam, berada di belakang Vietnam (37), Filipina (39), Thailand (52), Myanmar (54), dan Malaysia (92). Posisi ini menegaskan tantangan yang harus dihadapi oleh tim untuk kembali menembus kelompok teratas di wilayah.
Berita tentang penurunan peringkat ini sekaligus menjadi katalis bagi para pendukung dan aktivis sepak bola wanita yang menuntut segera dibentuknya Liga Putri profesional di Indonesia. Desakan tersebut telah lama beredar, namun kini kembali menguat setelah performa timnas menunjukkan bahwa kompetisi domestik yang terstruktur sangat diperlukan untuk mengasah kualitas pemain, meningkatkan kedalaman skuad, serta menyiapkan generasi penerus yang siap bersaing di level internasional.
Berikut rangkuman peringkat FIFA tim nasional wanita Asia Tenggara per 17 April 2026:
- Vietnam – 37
- Filipina – 39
- Thailand – 52
- Myanmar – 54
- Malaysia – 92
- Indonesia – 106
Data tersebut mencerminkan kesenjangan yang masih cukup lebar antara Indonesia dan tim-tim terdepan di kawasan. Tanpa adanya kompetisi liga yang berkelanjutan, sulit bagi pemain muda untuk memperoleh pengalaman bermain yang konsisten dan kompetitif.
Selain menurunnya peringkat, timnas juga menghadapi tantangan internal, seperti rotasi pemain dan kurangnya fasilitas pelatihan yang memadai. Hal ini menjadi bahan pertimbangan bagi PSSI dalam merumuskan kebijakan jangka panjang bagi sepak bola wanita, termasuk penyediaan anggaran, pembinaan akademi, serta penciptaan struktur kompetisi yang mendukung pertumbuhan pemain.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa keberhasilan Indonesia di panggung internasional tidak dapat bergantung pada satu turnamen saja. Konsistensi performa, peningkatan taktik, serta pengembangan mental pemain menjadi faktor kunci. Oleh karena itu, pembentukan Liga Putri bukan sekadar tuntutan komersial, melainkan kebutuhan strategis untuk memperkuat basis pemain nasional.
Kesimpulannya, meskipun Timnas Putri Indonesia berhasil mengukir prestasi ketiga di FIFA Women’s Series 2026, penurunan peringkat FIFA menjadi sinyal peringatan bahwa upaya peningkatan kualitas harus dilakukan secara berkelanjutan. Desakan Liga Putri kembali terdengar lantang, menuntut aksi konkrit dari otoritas sepak bola nasional demi masa depan yang lebih gemilang bagi Garuda Pertiwi.











