Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 26 Mei 2026 | Torreense, tim yang bermain di Divisi Kedua Portugal, menciptakan sejarah dengan mengalahkan Sporting CP 2-1 di babak perpanjangan waktu dalam final Taça de Portugal. Kemenangan ini tidak hanya memberikan Torreense gelar Taça de Portugal pertama dalam sejarah mereka, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan tempat di Liga Europa musim depan.
Pertandingan dimulai dengan kejutan ketika Kévin Zohi membuka skor untuk Torreense hanya empat menit setelah kick-off, memanfaatkan kelalaian pertahanan Sporting. Sporting, yang merupakan juara bertahan setelah mengalahkan Benfica di final tahun lalu, terus menyerang dan menciptakan beberapa peluang, tetapi penampilan luar biasa dari kiper Luca Paes membuat mereka gagal mencetak gol lebih banyak.
Di babak kedua, Sporting akhirnya berhasil menyamakan skor melalui Luis Díaz, tetapi Torreense berhasil mempertahankan skor 1-1 hingga akhir waktu normal. Babak perpanjangan waktu membawa kegembiraan lebih ketika Torreense mendapatkan peluang emas setelah Maxi Araújo melakukan pelanggaran yang menghasilkan kartu merah dan penalti untuk Torreense. Stopira dengan percaya diri mengubah penalti tersebut menjadi gol, memastikan kemenangan historis bagi Torreense.
Kemenangan ini tidak hanya mengejutkan bagi penggemar sepak bola Portugal, tetapi juga memiliki dampak signifikan pada kompetisi domestik dan Eropa. Torreense, yang berada di peringkat ketiga di Divisi Kedua, kini berpeluang promosi ke Primeira Liga jika mereka berhasil mengalahkan Casa Pia dalam playoff promosi.
Sementara itu, kekalahan ini menandai akhir dari harapan Sporting CP untuk mempertahankan gelar Taça de Portugal mereka. Kegagalan ini juga memicu reaksi dari fans dan media, dengan beberapa mengkritik performa tim dan strategi pelatih.
Di luar Portugal, kemenangan Torreense juga menarik perhatian karena skenario unik yang mungkin terjadi jika mereka tidak berhasil promosi ke Primeira Liga. Mereka akan menjadi tim Divisi Kedua pertama yang bermain di Liga Europa, menciptakan dinamika menarik dalam kompetisi Eropa musim depan.
Dalam beberapa hari terakhir, dunia sepak bola juga menyaksikan perkembangan menarik lainnya, termasuk persiapan PSG menjelang final Liga Champions melawan Arsenal. Strategi pelatih Luis Enrique untuk mempertahankan keseimbangan antara persiapan fisik dan mental, serta membiarkan pemain menghabiskan waktu dengan keluarga, diyakini sebagai kunci keberhasilan mereka.
Di Italia, AC Milan mengalami kekecewaan setelah kalah di pertandingan terakhir, membuat mereka kehilangan posisi di Liga Champions musim depan. Kegagalan ini memicu reaksi keras dari media dan fans, menandai akhir dari musim yang mengecewakan bagi Rossoneri.
Secara keseluruhan, kemenangan Torreense atas Sporting CP menandai momen penting dalam sepak bola Portugal dan Eropa, membuka peluang baru dan menimbulkan pertanyaan tentang apa yang akan terjadi di musim depan.











