Kriminal

Teror Pocong Jadi-Jadian Membuat Warga Resah, Apakah Ini Hanya Konten Media Sosial?

×

Teror Pocong Jadi-Jadian Membuat Warga Resah, Apakah Ini Hanya Konten Media Sosial?

Share this article
Teror Pocong Jadi-Jadian Membuat Warga Resah, Apakah Ini Hanya Konten Media Sosial?
Teror Pocong Jadi-Jadian Membuat Warga Resah, Apakah Ini Hanya Konten Media Sosial?

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 25 Mei 2026 | Fenomena pocong jadi-jadian kembali membuat masyarakat resah setelah muncul di beberapa wilayah, termasuk Kediri, Tegal, dan Jawa Timur. Aksi tersebut bahkan terekam dalam sebuah video yang memperlihatkan dugaan pocong jadi-jadian diamankan oleh aparat kepolisian, dan langsung viral di media sosial.

Di Kediri, tiga pelaku berkostum pocong diamankan polisi karena meresahkan warga sekitar. Mereka mengaku melakukan aksi pocong di malam hari tersebut hanya untuk membuat konten video di media sosial. Namun, penjelasan tersebut justru tidak sepenuhnya meredakan kekhawatiran publik, karena banyak netizen menilai aksi semacam itu sudah meresahkan masyarakat.

📖 Baca juga:
Geger! Mahasiswa Jepara Ternyata Tewas Karena Keracunan Karbon Monoksida di Mobil Terparkir Lama di Sleman

Di Tegal, isu teror pocong jadi-jadian viral di media sosial diduga kuat merupakan sebuah modus kriminal baru untuk melancarkan aksi pembegalan atau perampokan rumah warga pada malam hari. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.

Di Jawa Timur, teror pocong jadi-jadian juga terjadi di beberapa wilayah, termasuk Lamongan, Nganjuk, dan Sidoarjo. Warga di Lingkungan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan dibuat heboh setelah muncul video berdurasi singkat yang memperlihatkan sosok berbalut kain putih berdiri di area gang pemukiman yang minim penerangan pada malam hari.

Ketua RT setempat, Huda membenarkan bahwa lingkungan tempat tinggalnya mendadak ramai membahas video viral pocong. Namun, usai aparat turun, sosok di balik kain putih tersebut ternyata merupakan 2 remaja berinisial MA (17) dan AB (17) yang nekat melakukan prank demi konten media sosial.

📖 Baca juga:
6 Pelajar Jadi Tersangka dalam Kasus Pengeroyokan SMAN 5 Bandung, Wali Kota Janji Pendampingan

AB yang bertindak sebagai penggagas sekaligus perekam video aksi itu langsung menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik atas dampak kegaduhan konten yang ia ciptakan. "Saya minta maaf dan tidak akan membuat video di media sosial tentang pocong yang membuat resah masyarakat luas, khususnya masyarakat Lamongan," ujar AB.

Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi memastikan kabar itu tidak bersumber dari akun resmi dan hingga kini belum ada laporan riil di lapangan. Fajar meminta warga Nganjuk untuk tetap tenang dan menyaring kembali setiap informasi misterius yang beredar di dunia maya.

Isu pocong jadi-jadian ini sebenarnya bukanlah hal baru, karena sebelumnya juga telah terjadi di beberapa wilayah, termasuk Tangerang. Namun, yang membuat masyarakat resah adalah karena aksi tersebut sering terjadi pada malam hari dan dilaporkan menimbulkan ketakutan di kalangan warga.

📖 Baca juga:
Viral Video Injak Al‑Qur’an di Lebak, Dua Wanita Ditangkap dan Dijatuhi Tuduhan Penistaan Agama

Untuk menghindari teror pocong jadi-jadian, warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Beberapa langkah preventif yang direkomendasikan antara lain mengaktifkan kembali pos ronda dan sistem siskamling malam secara bergilir, memastikan seluruh pintu dan jendela rumah sudah terkunci rapat sebelum tidur, dan tidak membuka pintu rumah untuk orang asing pada jam rawan tanpa memeriksa situasi luar terlebih dahulu.

Di akhir, perlu diingat bahwa isu pocong jadi-jadian ini tidak boleh dianggap remeh, karena dapat menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan yang efektif untuk menghindari terjadinya aksi pocong jadi-jadian di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *