Ekonomi

Rupiah Menguat, IHSG Terbang Tinggi, dan Petani Lebak Sukses Panen Kedelai

×

Rupiah Menguat, IHSG Terbang Tinggi, dan Petani Lebak Sukses Panen Kedelai

Share this article
Rupiah Menguat, IHSG Terbang Tinggi, dan Petani Lebak Sukses Panen Kedelai
Rupiah Menguat, IHSG Terbang Tinggi, dan Petani Lebak Sukses Panen Kedelai

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 25 Mei 2026 | Rupiah mengalami penguatan pada Senin pagi, dengan nilai tukar mencapai Rp17.696 per dolar AS. Penguatan ini dipengaruhi oleh sentimen positif global, terutama turunnya harga minyak dunia. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami kenaikan, dengan penutupan di level 6.206, atau naik 0,72 persen.

Kenaikan IHSG ini disumbang oleh sentimen positif global, terutama harapan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Pembukaan kembali Selat Hormuz diprediksi dapat membantu memulihkan distribusi energi global dan meredakan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia.

📖 Baca juga:
Rupiah Menguat di Tengah Fluktuasi Dolar ke Rupiah: Analisis Terbaru dan Faktor Penggerak

Namun, pergerakan IHSG masih dibayangi oleh sentimen domestik, terutama terkait rebalancing indeks MSCI dan implementasi kebijakan baru pemerintah. Sementara itu, sektor transportasi mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan 3,83 persen, sedangkan sektor energi menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, yaitu minus 2,04 persen.

Di lain pihak, petani di Lebak, Banten, sukses melaksanakan panen perdana benih kedelai di lahan seluas 25 hektare. Program pertanian ini digagas oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pangan, Mulyadi Jayabaya, dan dikoordinasikan oleh CV Iltizzam Mulya Nusantara. Panen perdana ini menjadi simbol kebangkitan sektor pertanian lokal dan dukungan nyata terhadap program swasembada pangan nasional.

📖 Baca juga:
Kondisi Saham WBSA dan IHSG di Tengah Pelemahan Ekonomi

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa pelemahan Rupiah saat ini tidak serupa dengan krisis ekonomi 1998. Volatilitas nilai tukar Rupiah saat ini dinilai terjaga karena peningkatannya hanya sekitar lima persen dari level sebelumnya. Pemerintah terus memperkuat sistem keuangan nasional melalui regulasi struktural seperti pembentukan LPS dan OJK untuk menghadapi krisis.

Dalam kesimpulan, penguatan Rupiah dan kenaikan IHSG merupakan dampak positif dari sentimen global dan domestik. Sementara itu, petani di Lebak sukses melaksanakan panen perdana benih kedelai, yang menjadi simbol kebangkitan sektor pertanian lokal. Pemerintah terus berupaya memperkuat sistem keuangan nasional untuk menghadapi krisis dan mendukung program swasembada pangan nasional.

📖 Baca juga:
IHSG Turun 0,48% ke 7.072,39: Tekanan Big Caps dan Geopolitik Guncang Bursa Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *