Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 24 Mei 2026 | Menjelang Idul Adha, umat Muslim dianjurkan menjalankan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah yang dilakukan pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah. Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan besar, termasuk penghapusan dosa dua tahun sebagaimana disebut dalam hadis riwayat Muslim.
Puasa Tarwiyah biasanya dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Sebelum berpuasa, umat Muslim harus membaca niat puasa Tarwiyah dan Arafah. Niat puasa Tarwiyah adalah “Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala”, yang artinya “Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala”. Sementara itu, niat puasa Arafah adalah “Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala”, yang artinya “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’ala”.
Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan yang akan datang. Selain itu, puasa Arafah juga dapat mendatangkan pahala seperti jihad fi sabilillah dan harapan terkabulnya doa.
Umat Muslim juga dianjurkan membaca doa berbuka puasa Idul Adha sebelum membatalkan puasa. Doa berbuka puasa Idul Adha adalah “Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ala rizqika aftartu. Birahmatika yaa arhamar roohimiin”, yang artinya “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih”.
Dalam menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Muslim harus memperhatikan niat dan keutamaan puasa. Dengan demikian, puasa Tarwiyah dan Arafah dapat menjadi amalan sunnah yang bermanfaat dan mendatangkan pahala yang besar.











