Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 24 Mei 2026 | TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III memperkuat hubungan diplomasi dan kerja sama militer dengan Angkatan Laut Jepang. Penguatan kerja sama ini terjadi saat menyambut kedatangan kapal perang JS Ikazuchi (DD-107) di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kehadiran kapal perang ini diharapkan dapat semakin memperkokoh sinergi antara TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Jepang dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan maritim di kawasan. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membicarakan banyak hal, salah satunya penguatan kerja sama pertahanan, seperti latihan militer bersama.
Ragam kerja sama militer ini tidak hanya akan berdampak pada penguatan pertahanan laut Indonesia, tetapi juga memperkuat kerja sama hubungan militer dengan Jepang di negara kawasan. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan hubungan Indonesia dan Jepang bisa semakin harmonis sehingga kedua negara bisa saling membantu dalam memperkuat pertahanan wilayah laut masing-masing.
Komandan Kodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia menyatakan bahwa kehadiran kapal perang ini diharapkan dapat memperkokoh sinergi antara kedua angkatan laut dalam menghadapi tantangan keamanan maritim di kawasan. Uki menjelaskan bahwa dalam kunjungan di Tanjung Priok, Angkatan Laut Jepang yang diwakili oleh Commander Nobukazu Ryuso diterima dengan baik oleh jajaran Kodaeral III.
Upacara penyambutan yang dibuka dengan Tarian ‘Tapak Dara’ ini berlangsung secara sederhana namun penuh keakraban. Setelah seremonial penerimaan, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan tertutup antara jajaran Kodaeral III dan Angkatan Laut Jepang. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membicarakan penguatan kerja sama pertahanan seperti latihan militer bersama.
Uki menambahkan, ragam kerja sama militer ini tidak hanya berdampak pada penguatan pertahanan laut Indonesia tetapi juga memperkuat hubungan militer dengan Jepang di kawasan. Dengan adanya pertemuan ini, Uki berharap hubungan Indonesia dan Jepang semakin harmonis sehingga kedua negara dapat saling membantu dalam memperkuat pertahanan wilayah laut masing-masing.
Sebelumnya, kapal Tongkang Capricorn yang mengangkut 25 kontainer bahan mineral tambang tujuan ekspor ke Singapura, ditangkap oleh KRI Kujang 642 Koarmada RI. Kapal ditangkap diperairan Nongsa Batan dalam perjalanan dari Pelabuhan Pangkal Balam, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung menuju Singapura.
Oleh KRI Kujang 642, Kapal Tongkang Capricorn kemudian diserahkan ke Markas Kodaerah IV Batam. Penangkapan itu mendapat protes dari pemilik barang dengan alasan kegiatan kapal sudah dilengkapi dokumen yang sah. Protes dilontarkan pengacara Poltak Silitonga yang berkirim surat kepada pimpinan Markas Kodaeral IV Batam.
Dari situ, pihak Kodaeral IV Batam mengundang para pihak dengan menggelar pertemuan di Markas Kodaeral IV Batam. Rapat dipimpin Wadan Kodaeral IV Batam, Laksma TNI K. Budyarto, Jumat, di Batam, Kepulauan Riau 22 Mei lalu.
Dalam rapat tersebut, pihak Kodaeral IV Batam dan pemilik barang membahas tentang penangkapan kapal Tongkang Capricorn. Pemilik barang menyatakan bahwa kegiatan kapal sudah dilengkapi dokumen yang sah dan meminta agar kapal segera dibebaskan.
Sementara itu, pihak Kodaeral IV Batam menyatakan bahwa penangkapan kapal dilakukan karena kapal melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku. Pihak Kodaeral IV Batam juga menyatakan bahwa mereka akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kapal Tongkang Capricorn.
Dalam kesimpulan, kerja sama antara TNI AL dan Angkatan Laut Jepang merupakan langkah yang positif dalam memperkuat pertahanan laut Indonesia. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan Indonesia dan Jepang dapat saling membantu dalam memperkuat pertahanan wilayah laut masing-masing.







