HUKUM

Menggabungkan Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah: Hukum dan Niat

×

Menggabungkan Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah: Hukum dan Niat

Share this article
Menggabungkan Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah: Hukum dan Niat
Menggabungkan Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah: Hukum dan Niat

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 22 Mei 2026 | Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan amalan yang dikerjakan umat Islam menjelang Hari Raya Idul Adha. Namun, sebagian orang masih memiliki utang puasa Ramadan sehingga muncul pertanyaan mengenai hukum menggabungkan puasa sunnah dengan qadha.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Zulhijah. Istilah Tarwiyah berasal dari kata tarawwa yang bermakna membawa atau menyediakan bekal air. Penamaan tersebut berkaitan dengan kebiasaan para jemaah haji pada masa lampau yang menyiapkan persediaan air zamzam sebelum berangkat menuju Arafah dan Mina.

📖 Baca juga:
Pemaksaan Andrie Yunus Jadi Saksi Sidang Militer Dikecam Koalisi Sipil: Ancaman Hukum dan Pelanggaran Hak

Mengenai hukum puasa Tarwiyah, terdapat sebuah hadits yang secara khusus menyebut keutamaan berpuasa pada hari Tarwiyah, yaitu tanggal 8 Zulhijah. Hadits tersebut berbunyi: “Barang siapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun.”

Para ulama menilai hadits tersebut berstatus dhaif atau lemah. Meski demikian, sebagian ulama membolehkan pengamalan hadits dhaif dalam konteks fadhailul amal, yakni amalan-amalan yang berkaitan dengan keutamaan ibadah.

Adapun dalil puasa Tarwiyah sendiri mengacu pada hadits shahih dari Ibnu Abbas RA yang menyebut keutamaan beramal pada 10 hari pertama bulan Zulhijah.

📖 Baca juga:
Mahkamah Agung dan Pengadilan: Dua Kasus Penting yang Membuat Heboh

Sebelum melakukan puasa sunnah lainnya, sebaiknya seorang Muslim terlebih dahulu mengganti (qadha) utang puasa di bulan Ramadan. Dalam Islam, puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang baligh, berakal, sehat, dan mampu menjalankannya.

Niat puasa qadha Ramadan adalah “Nawaitu sauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhan lillahi ta’ala”. Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa Ramadan karena Allah Ta’ala”.

Beberapa golongan yang wajib mengganti puasa Ramadan antara lain orang yang sakit berat atau musafir. Mereka diberi keringanan untuk berbuka dan menggantinya di hari lain.

📖 Baca juga:
Dokter Kamelia Buka Suara: Alasan Pindah Pengacara Ammar Zoni Usai Vonis 7 Tahun Penjara

Kesimpulan, menggabungkan puasa qadha Ramadan dengan puasa Tarwiyah dan Arafah diperbolehkan. Namun, sebaiknya seorang Muslim terlebih dahulu mengganti utang puasa di bulan Ramadan sebelum melakukan puasa sunnah lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *