Nasional

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin Pastikan Pembangunan Yonif TP di Jawa dan Cerita Dibalik Pencabutan Cekal AS

×

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin Pastikan Pembangunan Yonif TP di Jawa dan Cerita Dibalik Pencabutan Cekal AS

Share this article
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin Pastikan Pembangunan Yonif TP di Jawa dan Cerita Dibalik Pencabutan Cekal AS
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin Pastikan Pembangunan Yonif TP di Jawa dan Cerita Dibalik Pencabutan Cekal AS

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 20 Mei 2026 | Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menargetkan pembangunan 750 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di seluruh Indonesia. Tahun ini, dia memastikan seluruh kabupaten dan kota di Jawa sudah memiliki 1 Yonif TP. Menurut Sjafrie, Indonesia harus terus memperkuat diri untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan terhadap kedaulatan bangsa.

Sjafrie juga menceritakan kisah pencabutan cekalnya oleh otoritas Amerika Serikat (AS). Semua berawal dari pertemuan Sjafrie dengan Menteri Urusan Perang AS, Pete Hegseth di ASEAN Defense Ministers Meeting Plus pada November 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia. Sjafrie mengaku kaget ketika Hegseth menyampaikan keinginannya untuk mengundang Sjafrie ke Pentagon, AS.

📖 Baca juga:
Hujan Deras Mengguyur Indonesia, BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem

Sebelumnya, Sjafrie dikenal sebagai korban cekal AS karena mantan Pangdam Jaya itu adalah bagian dari pasukan khusus yang pernah bertugas di Timor Timur. Hal itu lantaran personel Kopassus dianggap melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di sana. Sjafrie menjelaskan bahwa seluruh prajurit special forces yang pernah bertugas ke Timor Timur itu di-ban oleh AS.

Di lain sisi, perompak Somalia masih menjadi ancaman bagi keamanan laut dunia. Beberapa warga Indonesia telah menjadi korban perompak Somalia. Pemerintah Indonesia berupaya untuk membebaskan warga negara Indonesia yang menjadi sandera perompak Somalia.

📖 Baca juga:
Kemenhan: Tidak Ada Izin Lintas Udara AS, Kedaulatan Udara RI Tetap Dijaga Ketat

Dalam beberapa tahun terakhir, TNI Angkatan Laut telah meningkatkan keamanan di perairan Indonesia untuk mencegah aksi perompak. KRI Bima Suci, si putih perkasa penakluk samudra, telah menjadi simbol kekuatan TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan laut.

Menurut Sjafrie, pembangunan Yonif TP bukan untuk mengantisipasi serangan dari negara tetangga, melainkan untuk menjaga kedaulatan Indonesia. Sjafrie juga menegaskan bahwa Indonesia harus terus memperkuat diri untuk menghadapi ancaman keamanan yang ada.

📖 Baca juga:
Kasus Andrie Yunus: Menhan Pastikan Hukuman Pelaku Lebih Berat Melalui Peradilan Militer

Untuk menghadapi ancaman perompak Somalia, Pemerintah Indonesia telah meningkatkan keamanan di perairan Indonesia. Selain itu, Indonesia juga telah bekerja sama dengan negara-negara lain untuk mencegah aksi perompak.

Di akhir, Sjafrie menegaskan bahwa Indonesia harus terus memperkuat diri untuk menghadapi ancaman keamanan yang ada. Pembangunan Yonif TP dan peningkatan keamanan laut merupakan langkah-langkah yang tepat untuk menjaga kedaulatan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *