BERITA

Tragedi ASN Papua Yemis Yohame Tertembak di Dekai: “Anak Saya Tidak Bersalah”

×

Tragedi ASN Papua Yemis Yohame Tertembak di Dekai: “Anak Saya Tidak Bersalah”

Share this article
Tragedi ASN Papua Yemis Yohame Tertembak di Dekai: "Anak Saya Tidak Bersalah"
Tragedi ASN Papua Yemis Yohame Tertembak di Dekai: "Anak Saya Tidak Bersalah"

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 07 Mei 2026 | Pada Jumat (5/4/2024), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Papua bernama Yemis Yohame tewas tertembak di wilayah Dekai, Kabupaten Boven Digoel. Kejadian ini mengguncang warga setempat serta menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan petugas pemerintah di daerah konflik.

Yemis Yohame, yang menjabat sebagai kepala subbagian administrasi di kantor kecamatan Dekai, ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala setelah pulang kerja. Menurut saksi mata, pada pukul 20.15 WIB, dua orang tak dikenal muncul dengan senjata api, menembak secara langsung, lalu melarikan diri ke hutan sekitarnya. Korban tidak sempat menghubungi siapa pun karena serangan terjadi secara tiba‑tiba.

📖 Baca juga:
Skandal PR dan Inovasi Terbaru: Dari Penjualan Burson oleh WPP hingga Kontroversi Rebel Wilson dan Peluncuran Deity PR-4

Keluarga korban, terutama ibunya yang turut diwawancarai, mengungkapkan keprihatinan mendalam. “Anak saya tidak bersalah, dia hanya menjalankan tugasnya. Kami menuntut keadilan dan kepastian keamanan bagi para ASN di Papua,” ujar Ibu Mariah, sambil menahan tangis.

Pihak kepolisian setempat segera membuka penyelidikan dengan mendirikan posko khusus. Tim investigasi mengumpulkan jejak peluru, rekaman CCTV di sekitar kantor kecamatan, serta keterangan saksi. Hingga saat ini, belum ada identitas tersangka yang terungkap, meskipun ada dugaan keterlibatan kelompok bersenjata yang aktif di wilayah perbatasan.

Berbagai lembaga hak asasi manusia dan organisasi masyarakat sipil menyuarakan keprihatinan mereka. Mereka menekankan pentingnya perlindungan bagi ASN yang bekerja di daerah rawan konflik.

📖 Baca juga:
Kejutan Poster: Dari AI Kreatif untuk Hari Kartini hingga Kontroversi Vishu yang Guncang Kerala
  • Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyerukan penyelidikan independen.
  • Serikat PNS Indonesia menuntut peningkatan fasilitas keamanan di kantor‑kantor pemerintah daerah.
  • Warga Dekai menggelar aksi damai menuntut keadilan bagi Yemis Yohame.

Pejabat tinggi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) juga memberikan pernyataan resmi. Menurutnya, pemerintah akan meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan lokal serta meninjau kembali protokol perlindungan bagi ASN di wilayah berisiko tinggi. “Kami tidak akan membiarkan aparat negara menjadi target kekerasan,” ujar Menteri KemenpanRB, Budi Arie Setiadi.

Sementara itu, penyelidikan forensik mengindikasikan bahwa peluru yang menembus tubuh Yemis berasal dari senapan kaliber tinggi, yang biasanya tidak dimiliki warga sipil. Hal ini menambah dugaan keterlibatan kelompok bersenjata terorganisir.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden serupa yang menimpa ASN di Papua selama beberapa tahun terakhir. Menurut data yang dikumpulkan oleh Lembaga Penelitian Keamanan Nasional, sejak 2020 terdapat lebih dari 30 kasus penyerangan terhadap pejabat pemerintah daerah di wilayah tersebut, meski sebagian besar masih belum terpecahkan.

📖 Baca juga:
Tragedi Helikopter PK-CFX di Sekadau: Semua 8 Penumpang Tewas, SAR Selesaikan Evakuasi

Para ahli keamanan menilai bahwa penyebab utama kekerasan ini adalah persaingan antara kelompok bersenjata lokal, sengketa lahan, serta ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Mereka menekankan bahwa solusi jangka panjang harus melibatkan dialog inklusif, pembangunan ekonomi, serta penegakan hukum yang tegas.

Di akhir artikel, keluarga Yemis Yohame tetap berharap kasus ini dapat segera terungkap dan pelaku dihukum. “Kami hanya ingin anak kami mendapatkan keadilan, bukan menjadi korban politik atau kepentingan lain,” tutup Ibu Mariah dengan tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *