Internasional

Hizbullah Serang Israel di Perbatasan Lebanon Selatan, Gencatan Senjata Kian Memanas

×

Hizbullah Serang Israel di Perbatasan Lebanon Selatan, Gencatan Senjata Kian Memanas

Share this article
Hizbullah Serang Israel di Perbatasan Lebanon Selatan, Gencatan Senjata Kian Memanas
Hizbullah Serang Israel di Perbatasan Lebanon Selatan, Gencatan Senjata Kian Memanas

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 06 Mei 2026 | Ketegangan di perbatasan Lebanon selatan kembali memuncak setelah Hizbullah melancarkan serangkaian operasi militer terhadap pasukan Israel pada Senin malam. Serangan yang mencakup penggunaan drone tempur, roket, artileri, dan senjata ringan menambah deretan insiden yang menantang gencatan senjata yang dijanjikan oleh Amerika Serikat.

Pada pukul 20.30 waktu setempat, kelompok perlawanan Islam menurunkan 13 serangan terkoordinasi ke posisi artileri Israel yang baru dibangun di dekat kota Rab El Thalathine. Operasi tersebut menargetkan konsentrasi peralatan militer, personel, serta pos komando di sejumlah titik strategis, antara lain Qantara, Bayada, Deir Mimas, Aynata, serta wilayah-wilayah lain di bagian selatan negara itu. Penggunaan drone serang menjadi salah satu elemen utama yang menandai evolusi taktik Hizbullah dalam konflik ini.

📖 Baca juga:
Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz: Krisis Energi dan Diplomasi Indonesia
  • Qantara
  • Bayada
  • Deir Mimas
  • Aynata
  • Rab El Thalathine

Sementara itu, pihak Israel melaporkan bahwa pesawat tempur mereka menembakkan serangan ke 25 permukiman di Lebanon selatan pada hari yang sama, dengan 19 permukiman terkena tembakan artileri. Sumber militer Lebanon yang berbicara kepada RIA Novosti menyebutkan bahwa serangan udara Israel menyebabkan 17 warga tewas pada hari Senin, menambah daftar korban sipil yang terus bertambah.

Data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat akumulasi korban sejak awal Maret hingga 5 Mei: 2.702 orang tewas dan 8.311 orang luka-luka. Angka ini mencerminkan dampak humaniter yang semakin berat di wilayah selatan, terutama di sekitar kota Tyre yang mengalami kerusakan parah akibat serangan udara berulang. Laporan terbaru menambahkan enam kematian baru hanya dalam satu hari, menandakan bahwa intensitas konflik belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

📖 Baca juga:
Trump Keras Mengkritik Paus Leo XIV, Iran dan Italia Merespon dengan Tegas

Gencatan senjata yang diinisiasi oleh Amerika Serikat pada pertengahan April, yang awalnya dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari dan kemudian diperpanjang menjadi tiga pekan, tampaknya tidak berhasil menahan aksi militer di garis perbatasan. Presiden AS sebelumnya menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk menghentikan kontak senjata, namun realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya. Militer Israel terus melakukan operasi udara dan tembakan artileri hampir setiap hari, sementara Hizbullah melancarkan setidaknya 12 misi balasan tambahan setelah serangan pertama.

Para pengamat menilai bahwa kegagalan gencatan senjata ini meningkatkan risiko eskalasi lebih luas, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak ketiga atau intervensi diplomatik tambahan. Sementara Amerika Serikat berupaya memediasi melalui jalur diplomatik, tekanan domestik di kedua negara serta keinginan masing‑masing pihak untuk menunjukkan kekuatan politik dapat memperpanjang konflik ini.

📖 Baca juga:
Kapal Induk AS di Titik Konflik: USS Abraham Lincoln dalam Jangkauan Rudal Iran, Blokade Trump Dihantam Serangan Mematikan

Ke depan, situasi di perbatasan Lebanon‑Israel akan sangat dipengaruhi oleh keputusan militer masing‑masing pihak serta kemampuan komunitas internasional untuk menegakkan mekanisme penghentian tembakan. Jika tidak ada langkah konkret untuk menghentikan serangan, angka korban sipil diperkirakan akan terus naik, menambah beban krisis kemanusiaan yang sudah melanda Lebanon sejak awal tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *