Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 03 Mei 2026 | Insiden yang terjadi pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, kembali menegangkan dunia sepak bola Indonesia. Kapten Persulutan Persib Bandung, Marc Klok, dituduh melakukan tindakan rasis terhadap penyerang Bhayangkara FC, Henry Doumbia, setelah pertandingan berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan Persib.
Menurut keterangan yang beredar, ketegangan muncul ketika Marc Klok meminta Doumbia mengembalikan bola agar permainan dapat dilanjutkan. Ia mengucapkan kalimat berbahasa Inggris, “Give me the ball back,” yang kemudian dipahami oleh Doumbia sebagai kata “black” yang menyinggung ras. Doumbia melaporkan peristiwa tersebut kepada kapten Bhayangkara FC, Wahyu Subo Seto, yang selanjutnya melaporkan kepada Match Commissioner serta Komite Disiplin PSSI.
Video yang memperlihatkan adu mulut antara Marc Klok dan Wahyu Subo Seto di lorong pemain setelah laga menjadi viral di media sosial. Rekaman tersebut menampilkan keduanya berdebat sengit, sementara rekan-rekan setim dan ofisial berusaha meredakan situasi. Meskipun pertandingan berakhir dengan kemenangan Persib, sorotan kini beralih ke proses disiplin yang akan dijalankan oleh otoritas sepak bola.
Sementara itu, bek asal Prancis yang kini bermain untuk Persib, Layvin Kurzawa, melontarkan dukungan publik melalui Instagram Story. Ia menegaskan bahwa ia mengenal karakter Marc Klok sebagai sosok profesional yang menjunjung tinggi sportivitas dan menolak segala bentuk rasisme. “Saya tahu siapa dia dan apa yang dia perjuangkan. Tidak ada tempat bagi rasisme,” tulis Kurzawa.
Persib Bandung secara resmi mengeluarkan pernyataan melalui situs resmi klub. Klub menegaskan komitmennya terhadap nilai integritas, sportivitas, dan penghormatan terhadap keberagaman. Persib menolak segala bentuk spekulasi tanpa bukti kuat, sekaligus menuntut proses penilaian yang objektif, transparan, dan adil. Klub juga menegaskan dukungan penuh kepada Marc Klok, yang telah menyanggah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa kata yang diucapkan adalah “back,” bukan kata yang menyinggung ras.
Bhanyangkara FC, sebagai klub yang dibentuk oleh kepolisian, menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut. Mereka menegaskan bahwa segala bentuk tindakan rasis tidak dapat ditoleransi baik di dalam maupun di luar lapangan. Klub mengirimkan laporan resmi kepada PSSI dan menunggu keputusan dari Komite Disiplin.
Para pengamat menilai bahwa kasus ini mencerminkan pentingnya komunikasi yang jelas di lapangan serta perlunya edukasi tentang sensitivitas bahasa dalam konteks multikultural. Mereka juga menyoroti peran media sosial dalam mempercepat penyebaran informasi, baik yang akurat maupun yang bersifat spekulatif.
Selama pertandingan, Persib menunjukkan performa impresif dengan comeback dari ketertinggalan dua gol menjadi kemenangan 4-2. Gol-gol yang dicetak oleh pemain sayap dan penyerang menambah semangat tim. Namun, kemenangan tersebut kini dibayangi oleh polemik yang masih menunggu putusan akhir.
Ke depan, proses disiplin akan melibatkan analisis video, kesaksian saksi, serta pernyataan resmi dari kedua klub. PSSI diharapkan dapat menyelesaikan kasus ini dengan cepat demi menjaga integritas kompetisi dan mencegah terulangnya insiden serupa.
Kasus Marc Klok menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa sportivitas harus selalu diutamakan, serta pentingnya menegakkan nilai-nilai keberagaman dalam sepak bola Indonesia.











