Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 02 Mei 2026 | Girona FC kembali menjadi sorotan setelah mengalami kekalahan tipis 1-0 melawan RCD Mallorca dalam laga La Liga pekan ini. Gol tunggal Samu Costa pada menit akhir menjadi satu-satunya pemisah di papan skor, menegaskan ketidakmampuan tim asal Catalonia untuk memanfaatkan peluang di zona serang.
Pertandingan berlangsung dengan tempo yang cukup tertahan. Girona menguasai bola dalam periode yang lama, namun serangan mereka sering terhenti oleh formasi defensif kompak Mallorca. Kendati memiliki penguasaan ruang, Girona gagal menciptakan peluang jelas di depan gawang, sementara Mallorca menampilkan transisi cepat dan efisiensi tinggi ketika menyerang. Akhirnya, Samu Costa berhasil menembus pertahanan Girona dan mencetak gol yang menentukan.
Reaksi suporter Girona begitu beragam namun menujukkan kekecewaan yang mendalam. Beberapa suara menonjol di media sosial X resmi klub:
- "Keputusan yang diambil tidak membantu, kita malah mundur. Penguasaan tidak menghasilkan poin, gol yang penting, dan tim tampak tidak peduli meski berada di zona selamat," ujar Tomas.
- "Jujur, hanya Onahi dan Vitor Reis yang layak disebut pemain bagus," komentar Dylan.
- "Kami terus menyerahkan setengah babak, lalu mencoba memperbaiki terlalu lama. Ini menjadi pola yang tidak dapat diterima," kata Srgi.
- "Jika mentalitas sudah ‘tenang, masih ada waktu’, maka apa yang kita tunggu?" tanya Jordivine.
- "Setiap lawan tampak lebih bersemangat daripada kami. Kita butuh tim yang siap menggigit sejak awal," seru Xavier.
- "Saya sudah memperingatkan hal ini berbulan-bulan lalu. Kini kami kembali berada di posisi berbahaya setelah serangkaian hasil buruk," refleksi Oriol.
Meski kekalahan ini menambah tekanan, Girona FC masih memiliki catatan positif yang cukup mengesankan dalam beberapa pekan terakhir. Tim berhasil menahan Real Madrid hingga hasil imbang pada pertemuan awal musim, serta mencetak kemenangan mengejutkan 2-1 atas Barcelona, menunjukkan kemampuan untuk menantang tim-tim elit.
Namun, konsistensi menjadi batu sandungan utama. Kritik publik kini tidak hanya terfokus pada performa di lapangan, melainkan juga pada kebijakan transfer klub. Sebuah laporan mengindikasikan bahwa Girona bersedia menandatangani penjualan hingga €20 juta untuk mendatangkan target Manchester City, menandakan ambisi finansial yang tinggi namun sekaligus menambah beban pada struktur skuad.
Sementara itu, gelandang muda Jhon Solís, yang dipinjamkan ke Birmingham City dengan opsi beli €7,5 juta, kini mendekati pemicu klausul otomatis setelah mencapai 13 penampilan. Kedua klub Premier League, Leeds United dan Brentford, telah menunjukkan minat serius terhadap Solís, yang berarti jika Birmingham mengeksekusi opsi tersebut, Girona harus bernegosiasi melalui klub Inggris tersebut untuk potensi penjualan selanjutnya. Situasi ini menambah dimensi strategis pada keputusan manajerial Girona di tengah krisis performa.
Dengan sisa musim yang semakin menipis, Girona FC berada di persimpangan penting. Tim harus meningkatkan efektivitas di lini serang, mengurangi ketergantungan pada penguasaan bola semata, dan menegakkan mentalitas kompetitif sejak peluit awal. Di sisi lain, manajemen harus menyeimbangkan kebutuhan finansial melalui penjualan pemain dengan tetap menjaga kualitas skuad untuk menghindari risiko degradasi.
Jika Girona dapat mengatasi masalah taktik dan mengelola pasar transfer secara cerdas, peluang untuk mengamankan posisi aman di klasemen La Liga masih terbuka. Namun, tanpa perbaikan signifikan, tekanan dari suporter dan media dapat berujung pada perubahan struktural yang lebih besar di masa depan.











