Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 02 Mei 2026 | Pada Jumat, 1 Mei 2026, peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Bandung berubah menjadi aksi kekerasan setelah sekelompok massa berpakaian serba hitam menyerang fasilitas umum di sepanjang Jalan Tamansari hingga Cikapayang. Kelompok tersebut membakar pos polisi, sebuah videotron, serta merusak lampu lalu lintas, kamera pengawas (CCTV), dan sejumlah kios warga.
Menurut keterangan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan, aksi perusakan ini tidak mewakili aspirasi buruh. “Ini adalah perbuatan kriminal yang terorganisir, bukan penyampaian pendapat,” ujarnya saat konferensi pers di kantor Polda Jabar. Rudi menambahkan bahwa beberapa provokator telah diamankan dan akan diproses hukum secara tegas.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bandung tiba di lokasi sekitar pukul 19.20 WIB setelah menerima laporan kebakaran. Kepala Bidang Pemadaman, Leonard, menjelaskan bahwa tim pemadam sempat mengalami hambatan karena harus menunggu koordinasi dengan aparat kepolisian untuk membuka jalur mobil damkar. Setelah jalur terbuka, tiga unit mobil damkar dikerahkan dan proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih 40 menit.
Kerusakan yang dilaporkan meliputi:
- Pos polisi di persimpangan Jalan Tamansari-Cikapayang yang hangus total.
- Videotron iklan besar yang terbakar hingga struktural rusak.
- Dua bangunan komersial di sekitar lokasi yang mengalami kerusakan signifikan.
- Lampu lalu lintas dan beberapa kamera CCTV yang tidak berfungsi.
- Beberapa kios milik warga yang terbakar, dengan satu di antaranya mengandung tabung gas.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Leonard menegaskan bahwa tim damkar fokus pada pemadaman api tanpa intervensi lain, dan setelah api berhasil dipadamkan, lokasi segera diamankan oleh polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian terus mengumpulkan bukti digital dan keterangan saksi untuk mengidentifikasi otak di balik kerusuhan. Kapolda Rudi menegaskan proses hukum akan berjalan bagi siapapun yang terbukti melanggar, dan menambah bahwa motif aksi masih dalam penyelidikan. “Kami masih mendalami motifnya. Yang jelas ini bukan aksi penyampaian pendapat, yang ada pengerusakan,” ujarnya.
Insiden ini menambah catatan panjang kerusuhan yang terjadi selama perayaan May Day di berbagai kota Indonesia. Di Bandung, aksi perusuh hitam ini menjadi sorotan utama karena dampaknya terhadap keamanan publik dan kerusakan infrastruktur yang cukup luas. Pemerintah kota Bandung mengimbau warga untuk tetap tenang dan melaporkan setiap tindakan mencurigakan kepada aparat.
Sejumlah pihak masyarakat menilai bahwa tindakan tegas kepolisian dan damkar merupakan upaya yang tepat untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Namun, ada pula yang menyerukan dialog terbuka antara pemerintah, serikat buruh, dan kelompok masyarakat untuk menghindari terulangnya aksi serupa di masa mendatang.
Dengan penyelidikan yang masih berlangsung, masyarakat Bandung menantikan hasil akhir dari proses hukum serta langkah-langkah pencegahan yang akan diambil oleh otoritas setempat untuk memastikan keamanan publik pada peringatan-peringatan berikutnya.











