Kriminal

Mafia BBM subsidi Terbongkar: Modus Barcode Palsu Diungkap, Negara Rugi Rp7,5 Miliar

×

Mafia BBM subsidi Terbongkar: Modus Barcode Palsu Diungkap, Negara Rugi Rp7,5 Miliar

Share this article
Mafia BBM subsidi Terbongkar: Modus Barcode Palsu Diungkap, Negara Rugi Rp7,5 Miliar
Mafia BBM subsidi Terbongkar: Modus Barcode Palsu Diungkap, Negara Rugi Rp7,5 Miliar

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 02 Mei 2026 | Tim Satreskrim Polres Probolinggo berhasil membongkar jaringan mafia BBM subsidi yang menggunakan modus barcode palsu untuk menggelapkan subsidi bahan bakar minyak. Operasi yang berlangsung selama tiga bulan ini berujung pada penangkapan lebih dari dua puluh tersangka, termasuk beberapa oknum pejabat daerah yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dana publik.

Menurut penyelidikan, para pelaku mencetak barcode palsu yang menyerupai kode resmi subsidi BBM. Barcode tersebut kemudian dipasang pada selang pompa bensin di sejumlah SPBU yang berlokasi di wilayah Probolinggo, Kabupaten dan Kota. Konsumen yang membeli BBM dengan harga subsidi tidak menyadari bahwa kode tersebut tidak terdaftar di sistem pemerintah, sehingga selisih harga yang seharusnya ditanggung negara menjadi masuk ke kantong para mafia.

📖 Baca juga:
Rossa Laporkan 78 Akun Media Sosial: Polri Siap Tindak Tegas Kasus Fitnah dan Pelanggaran HKI

Berikut adalah tahapan modus yang berhasil diungkap oleh Satreskrim:

  • Pengadaan peralatan cetak khusus untuk menghasilkan barcode dengan format mirip resmi.
  • Kolusi dengan pihak internal SPBU untuk menempelkan barcode palsu pada dispenser BBM.
  • Penggunaan aplikasi palsu yang menampilkan harga subsidi pada layar transaksi, padahal sistem backend mencatat transaksi sebagai penjualan non-subsidi.
  • Pencucian uang melalui transfer ke rekening pribadi atau perusahaan front.

Kerugian negara akibat praktik ini diperkirakan mencapai Rp7,5 miliar. Angka tersebut mencakup selisih harga BBM yang tidak dibayar oleh pemerintah selama periode Juli hingga September 2024. Selain kerugian finansial, kasus ini menimbulkan kepercayaan publik yang menurun terhadap program subsidi BBM yang selama ini menjadi salah satu kebijakan penting pemerintah dalam mengendalikan inflasi energi.

Kapolres Probolinggo, Kombes Pol. Agus Prasetyo, menyatakan bahwa penangkapan ini merupakan hasil kerja sama intensif antara Satreskrim, Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrimsus) Polri, serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). “Kami telah menelusuri alur uang hasil penyelewengan, mengidentifikasi jaringan distribusi, serta mengamankan bukti digital yang cukup kuat untuk mengajukan proses hukum,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor Polresta Probolinggo.

📖 Baca juga:
Debut KA Sangkuriang: Jalur Nonstop Bandung‑Banyuwangi Siap 2026, Diskon 50% Menanti Penumpang

Selain penangkapan, satu set peralatan cetak barcode, komputer, dan dokumen transaksi palsu berhasil disita. Para tersangka kini berada dalam proses penyidikan lanjutan, dengan dugaan tindak pidana pencucian uang, penipuan, dan korupsi. Kapolda Jatim, Irjen Pol. Besar Budi Santosa, memberikan penghargaan kepada Satreskrim Polres Probolinggo atas keberhasilan operasi ini, menekankan pentingnya pemberantasan jaringan kriminal yang menggerogoti dana publik.

Kasus ini juga menyoroti perlunya peningkatan sistem verifikasi digital pada program subsidi BBM. Pemerintah pusat telah mengumumkan rencana revisi mekanisme distribusi subsidi, termasuk penerapan teknologi blockchain untuk melacak setiap transaksi BBM secara real‑time serta memperkuat keamanan kode barcode resmi.

Ke depan, Satreskrim berencana memperluas penyelidikan ke wilayah lain di Jawa Timur yang diduga menjadi jalur distribusi tambahan bagi barcode palsu. Koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menjadi kunci dalam memutus rantai pasokan ilegal ini.

📖 Baca juga:
Polisi Gresik Ringkus Pelaku Penipuan Rekrutmen ASN, SK Palsu Terungkap!

Pengungkapan kasus mafia BBM subsidi ini diharapkan menjadi peringatan bagi pelaku kejahatan ekonomi lainnya. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi anggaran negara dan memastikan subsidi tepat sasaran, serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *