Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 02 Mei 2026 | Dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Bhayangkara FC mengalami kemunduran tajam setelah menelan kekalahan 4-2 dari Persib Bandung. Pelatih asal Irlandia, Paul Munster, mengakui bahwa timnya berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan setelah dua gol unggulan mereka dibatalkan oleh wasit karena pelanggaran off‑side.
Awal pertandingan tampak menjanjikan bagi Bhayangkara. Pada menit ke‑6, Henry Doumbia berhasil mencetak gol pertama, diikuti oleh Moussa Sidibe yang menambah keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke‑20. Paul Munster tampak puas dengan persiapan taktis timnya yang berhasil menekan lini pertahanan Persib dan mengendalikan tempo permainan.
Momentum Berbalik di Babak Kedua
Namun, setelah jeda istirahat, Persib Bandung bangkit dengan serangan cepat. Federico Barba membuka kembali skor pada menit kedua babak pertama, dan tiga gol tambahan dari Beckham Putra, Adam Alis, serta gol balasan yang dikonversi oleh Berguinho mengubah skor menjadi 4-2. Kedua gol yang sempat diraih Bhayangkara di babak kedua—yang melibatkan pemain sayap tim—ditolak karena keputusan off‑side, menambah kekecewaan pada skuad tuan rumah.
“Babak kedua kami punya dua gol, tetapi dianulir karena off‑side. Itu memengaruhi momentum tim,” ujar Paul Munster dalam konferensi pers pasca‑pertandingan. Ia menilai keputusan tersebut berperan besar dalam menurunkan semangat pemain, sehingga Bhayangkara tak mampu mengembalikan keunggulan sebelumnya.
Evaluasi Mental dan Taktik
Setelah pertandingan, Paul Munster menekankan pentingnya evaluasi mental. “Kekalahan ini memberi pelajaran berharga bagi kami untuk bangkit dan tampil lebih solid di laga selanjutnya,” katanya. Ia menambahkan bahwa tim harus memperbaiki konsentrasi terutama dalam mengantisipasi keputusan wasit dan menjaga ketenangan saat menghadapi tekanan.
Menurut Munster, kualitas Persib terlihat jelas pada sepertiga akhir pertandingan ketika mereka meningkatkan intensitas pressing dan mengeksekusi serangan balik dengan presisi. “Kami harus belajar dari kekuatan lawan, terutama dalam mengelola transisi cepat,” ujar dia.
Implikasi Klasemen
Kemenangan ini mengangkat Persib Bandung kembali ke puncak klasemen sementara dengan total 69 poin, mengungguli Borneo FC yang memiliki poin serupa namun terpuruk pada selisih head‑to‑head. Sementara Bhayangkara FC turun ke peringkat keenam dengan 47 poin, menambah tekanan pada manajemen klub untuk segera memperbaiki performa.
Berikut ringkasan statistik utama laga tersebut:
- Skor akhir: Persib Bandung 4 – 2 Bhayangkara FC
- Gol Bhayangkara: Henry Doumbia (6′), Moussa Sidibe (20′)
- Gol Persib: Federico Barba (2′), Beckham Putra (60′), Adam Alis (89′), Berguinho (49′)
- Dua gol Bhayangkara dibatalkan karena off‑side
- Poin: Persib 3, Bhayangkara 0
Ke depan, Bhayangkara FC akan melanjutkan kompetisinya dengan menghadapi PSM Makassar pada pekan ke‑31. Paul Munster menegaskan bahwa tim akan melakukan perbaikan menyeluruh, baik dari segi taktik maupun mental, untuk kembali bersaing di papan atas.
Secara keseluruhan, laga ini menjadi contoh betapa pentingnya konsistensi mental dan kesiapan menghadapi keputusan wasit dalam sepak bola profesional. Paul Munster berharap pelajaran yang didapatkan dapat menjadi landasan bagi Bhayangkara FC untuk bangkit kembali.











