Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 01 Mei 2026 | Film biografi Michael Jackson yang dirilis oleh Lionsgate dan Universal mencetak rekor pembukaan global dengan pendapatan lebih dari $217 juta, menjadikannya film biopik paling sukses dalam sejarah box office. Keberhasilan ini mengukir catatan baru, melampaui film-film sejenis seperti Straight Outta Compton dan Bohemian Rhapsody, sekaligus menarik perhatian publik atas kisah sang Raja Pop yang sarat kontroversi.
Pembukaan domestik di Amerika Utara menghasilkan USD 97 juta (sekitar Rp1,5 triliun), sementara pasar internasional menyumbang tambahan USD 120,4 juta (sekitar Rp1,86 triliun). Total pendapatan global mencapai USD 217,4 juta (sekitar Rp3,37 triliun). Angka ini menempatkan film dalam posisi teratas pada akhir pekan box office, mengalahkan The Super Mario Galaxy Movie yang hanya meraup USD 21,2 juta.
- Michael Jackson – USD 97 juta (Rp1,5 triliun)
- The Super Mario Galaxy Movie – USD 21,2 juta (Rp328 miliar)
- Project Hail Mary – USD 13,2 juta (Rp204 miliar)
- The Mummy – USD 5,6 juta (Rp86 miliar)
- The Drama – USD 2,6 juta (Rp40 miliar)
Kesuksesan komersial tersebut tidak lepas dari proses produksi yang penuh tantangan. Awalnya, skenario film mencakup adegan akhir yang menampilkan penyelidikan polisi terkait tuduhan pelecehan seksual anak pada tahun 1993. Namun, setelah tim produksi meninjau perjanjian damai 1994 antara estate Jackson dan keluarga Chandler, ditemukan klausul yang melarang penyebutan nama Jordan Chandler atau detail kasus dalam karya film selanjutnya. Hal ini memaksa pihak studio melakukan reshoot selama 22 hari dengan tambahan biaya sekitar USD 15 juta (Rp238 miliar) untuk mengubah narasi akhir.
Kontroversi tersebut tetap menjadi sorotan kritikus. Dan Reed, sutradara Leaving Neverland, menilai film ini sebagai upaya “whitewash” yang menampilkan Michael Jackson dalam adegan mengunjungi rumah sakit anak-anak, mengabaikan fakta-fakta kelam dalam hidup sang artis. Kritik lain menyoroti akting Jaafar Jackson, keponakan Michael, yang dianggap kaku karena kurangnya naskah yang mendalam. Meskipun mendapat skor 38 persen di Rotten Tomatoes, film ini berhasil meraih nilai “A‑” dari CinemaScore, menandakan kepuasan penonton yang tinggi.
Setelah keberhasilan bagian pertama, perhatian kini beralih ke kemungkinan sequel, “Michael Part 2”. Pada episode podcast terbaru, eksekutif Lionsgate Adam Fogelson menyatakan bahwa studio masih menyusun visi lengkap untuk sekuel, termasuk pertimbangan apakah akan mengangkat kembali tuduhan tahun 1990-an. Produser Graham King dikabarkan ingin memulai syuting sekuel pada tahun ini, meski sutradara Antoine Fuqua sudah terikat dengan proyek Netflix bersama Denzel Washington. Beberapa laporan menyebut King berpotensi menyutradarai sendiri, atau menunda produksi hingga 2027.
Kesimpulannya, film Michael Jackson tidak hanya mencetak rekor box office yang mengesankan, tetapi juga menghidupkan kembali perdebatan lama tentang warisan sang Raja Pop. Keberhasilan finansialnya menunjukkan daya tarik luas, sementara kontroversi seputar narasi dan penggambaran sejarah hidupnya tetap menjadi bahan perdebatan di kalangan kritikus dan penonton. Sekuel yang direncanakan diharapkan dapat menyeimbangkan antara penghormatan musik dan kejujuran historis, menjawab harapan publik yang terbagi.









