Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 28 April 2026 | Coco Gauff Madrid Open menunjukkan ketangguhan luar biasa ketika harus berjuang melawan rasa mual yang memaksa dirinya muntah di tengah pertandingan. Pada ronde kedua babak 32 besar, pemain muda asal Amerika Serikat ini berhasil mengatasi gangguan pencernaan, melanjutkan permainan, dan akhirnya mengalahkan Sorana Cirstea dalam tiga set yang menegangkan.
Turnamen di Madrid pada akhir April 2026 diguncang oleh wabah virus perut yang menyerang sejumlah pemain papan atas. Iga Swiatek, dunia No.1, terpaksa mengundurkan diri setelah mengalami gejala serupa. Beberapa nama besar lainnya, termasuk Aryna Sabalenka dan Emma Raducanu, melaporkan kelelahan ekstrem yang memengaruhi performa mereka. Kondisi ini menciptakan suasana kompetitif yang tidak menentu, memberikan peluang bagi pemain yang mampu mengatasi rasa tidak nyaman.
Dalam pertandingan melawan Cirstea, Gauff memulai dengan set pertama yang kalah 4-6. Pada set kedua, saat berada di belakang skor, ia tiba‑tiba muntah ke tempat sampah di pinggir lapangan. Meskipun demikian, ia kembali ke garis baseline, menenangkan diri, dan mengubah alur permainan. Dengan serangan forehand yang tajam dan servis yang konsisten, Gauff memenangkan set kedua 6-1, memaksa pertandingan masuk ke set penentu.
Setelah episode muntah, Gauff mengungkapkan perasaannya dalam konferensi pers singkat: “Saya tidak tahu bagaimana saya bisa melanjutkan, tetapi adrenalin dan dukungan tim membantu saya tetap fokus pada bola.” Ia menambahkan bahwa ia menyesuaikan pola pernapasan dan minum air dalam jumlah kecil untuk mengendalikan gejala, strategi yang kemudian ia terapkan sepanjang sisa turnamen.
Keberhasilan melawan Cirstea tidak cukup untuk menahan arus kompetisi. Pada babak 16 besar, Gauff bertemu dengan Linda Noskova, pemain asal Republik Ceko yang masuk sebagai unggulan ke-13. Pertandingan berjalan ketat; Gauff unggul dua break pada set pertama 6-4, namun Noskova membalas dengan set kedua 6-1. Pada set ketiga, Gauff sempat memimpin 4-1 dan 3-0 dalam tiebreak, namun Noskova melakukan comeback dramatis dan akhirnya menang 7-6(5). Kekalahan ini menurunkan poin Gauff secara signifikan.
Berikut rangkuman perubahan poin utama setelah Madrid Open:
| Pemain | Poin Sebelum Madrid | Poin Setelah Madrid |
|---|---|---|
| Coco Gauff | 7.279 | 6.629 |
| Iga Swiatek | 6.883 | 6.948 |
| Linda Noskova | 4.210 | 4.810 |
Penurunan poin Gauff sebesar 650 poin menggesernya dari posisi ketiga ke posisi keempat dalam peringkat WTA, sementara Swiatek mengamankan jarak aman di posisi ketiga dengan tambahan 65 poin. Perubahan ini menambah ketegangan menjelang Grand Slam berikutnya, karena persaingan di puncak peringkat kini melibatkan selisih poin yang sangat tipis.
Dampak kesehatan pemain pada turnamen ini menyoroti pentingnya manajemen kebugaran dan kesiapan fisik dalam kalender WTA yang padat. Gauff, meski harus menelan muntah di lapangan, menunjukkan bahwa mentalitas juara dapat mengatasi rintangan fisik. Namun, kekalahannya di ronde berikutnya mengingatkan bahwa stamina dan konsistensi tetap menjadi faktor penentu dalam meraih gelar.
Ke depannya, Gauff diprediksi akan fokus pada pemulihan penuh sebelum Grand Slam berikutnya, mengingat jarak waktu yang sempit antara turnamen besar. Sementara itu, Swiatek dan Noskova akan berusaha memanfaatkan momentum positif masing‑masing. Pertarungan di papan atas WTA dipastikan semakin seru, dengan setiap poin menjadi krusial dalam perebutan gelar nomor satu dunia.











