Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 14 April 2026 | Inter Milan kembali menjadi sorotan utama Serie A usai penampilan impresif manajer baru mereka, Cristian Chivu, yang memimpin klub menuju kejuaraan liga pertama kalinya sejak 2024. Pada musim debutnya di San Siro, Chivu berhasil meniru prestasi legendaris Fabio Capello dengan mengantarkan Nerazzurri ke posisi terdepan, memimpin perolehan poin yang menakjubkan dan mengukir rekor dalam pertandingan melawan tim peringkat empat ke bawah.
Menurut laporan internal klub, Inter kini tengah menyiapkan perpanjangan kontrak bagi Chivu setelah menilai kinerjanya yang luar biasa. Pihak manajemen menyatakan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada konsistensi taktik, kemampuan adaptasi, serta hasil positif yang telah diraih selama enam bulan pertama kepemimpinan. Penghargaan ini juga didukung oleh pujian dari tokoh sepak bola internasional, termasuk Rafa Benitez, mantan pelatih Panathinaikos, yang memuji Chivu dalam wawancara eksklusif dengan Gazzetta dello Sport.
Benitez menyoroti bagaimana Chivu, yang dulu dikenal sebagai bek tangguh dengan kekuatan fisik yang luar biasa, kini berhasil bertransformasi menjadi taktikawan cerdas. “Dia sudah menunjukkan kecerdasan sejak usia 30 tahun sebagai pemain, dan kini pada usia 45 tahun, tanggung jawabnya meluas ke seluruh tim,” ungkap Benitez. “Inter berhasil mengatasi situasi sulit, termasuk fase menyesal setelah eliminasi Champions League melawan Bodo, namun kembali bangkit dengan semangat juang yang tinggi.”
Statistik tim di bawah asuhan Chivu mencerminkan dominasi yang kuat. Inter berhasil mengumpulkan 74 poin dari 20 pertandingan melawan tim di peringkat keempat atau lebih rendah, sementara hanya mencatat satu poin dari empat pertemuan langsung melawan rival terdekat Napoli dan AC Milan. Keunggulan sembilan poin atas Napoli menjelang enam pertandingan terakhir menegaskan posisi Inter sebagai favorit besar untuk mengangkat trofi ke-21 Serie A.
Selain persaingan liga, Inter juga menatap peluang ganda untuk meraih domestic double. Dalam pertandingan semifinal Coppa Italia melawan Como, Inter berhasil mengamankan kemenangan tipis di leg kedua di San Siro setelah hasil imbang 0-0 di leg pertama. Keberhasilan ini menambah momentum tim menjelang akhir musim, memperkuat harapan akan gelar pertama sejak 2010.
Di balik taktik, Chivu dikenal menekankan pemulihan pemain kunci yang sempat terdampak cedera. Ia mempercayakan kembali pemain seperti Zielinski, yang kembali menemukan formasi terbaiknya, serta memberikan peran penting kepada Pio Esposito dan Dimarco. Keputusan ini terbukti efektif, mengurangi dampak cedera pada skuad utama dan menjaga konsistensi performa tim.
Manajemen klub, yang dipimpin oleh direktur olahraga Marco Marotta, menilai bahwa kepemimpinan Chivu tidak hanya mengandalkan taktik, namun juga kemampuan memotivasi pemain dalam situasi krisis. “Inter memiliki budaya klub yang kuat, namun dibutuhkan seorang manajer yang dapat mengarahkan energi tim ke arah yang tepat,” kata Marotta. “Cristian telah menunjukkan bahwa dia mampu mengelola tekanan dan mengoptimalkan potensi setiap individu.”
Keberhasilan Chivu juga membuka peluang bagi Inter untuk menegaskan kembali dominasinya di kancah Eropa. Meskipun berakhir dengan kegagalan di fase knockout Champions League, tim kini menatap kembali kompetisi Eropa lainnya dengan harapan dapat menambah trofi internasional di masa mendatang.
Dengan prospek perpanjangan kontrak yang semakin dekat, serta pujian dari tokoh-tokoh sepak bola dunia, Cristian Chivu tampaknya siap menuliskan babak baru dalam sejarah Inter Milan. Keberhasilan debutnya tidak hanya menambah kebanggaan para suporter, tetapi juga menegaskan bahwa kepemimpinan visioner dapat mengubah dinamika klub secara signifikan.











