OLAHRAGA

Drama Final AFC Champions League Elite: Al‑Ahlī Tundukkan Machida Zelvia dalam Pertarungan Penuh Red Card

×

Drama Final AFC Champions League Elite: Al‑Ahlī Tundukkan Machida Zelvia dalam Pertarungan Penuh Red Card

Share this article
Drama Final AFC Champions League Elite: Al‑Ahlī Tundukkan Machida Zelvia dalam Pertarungan Penuh Red Card
Drama Final AFC Champions League Elite: Al‑Ahlī Tundukkan Machida Zelvia dalam Pertarungan Penuh Red Card

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 28 April 2026 | Al‑Ahlī berhasil mempertahankan gelar AFC Champions League Elite setelah menundukkan tim debut Jepang, Machida Zelvia, dalam final yang berlangsung dramatis di Jeddah. Pertandingan yang ditonton lebih dari 60.000 penonton ini berakhir dengan skor 1‑0 setelah perpanjangan waktu, sekaligus menyisakan dua kartu merah yang menambah ketegangan.

Machida Zelvia, klub asal Machida, Tokyo, menapaki babak final setelah mengalahkan Al‑Ittihad 1‑0 dalam laga sebelumnya di fase grup AFC Champions League. Keberhasilan itu membuat mereka menjadi tim Jepang pertama yang mencapai final kompetisi klub paling bergengsi di Asia sejak era modern. Namun, perjalanan mereka di Saudi Arabia tidaklah mudah; mereka harus menghadapi tekanan luar biasa dari tim raksasa Al‑Ahlī yang dipenuhi bintang internasional.

📖 Baca juga:
FIFA World Cup 2026: Jadwal Baru, Harga Tiket Meroket, dan Tantangan Fans di Amerika Utara

Final digelar di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, pada sore hari 27 April 2026. Suasana stadion dipenuhi sorakan ribuan pendukung Al‑Ahlī, sementara para pendukung Machida membawa bendera dan nyanyian khas Jepang. Kedua tim berusaha menguasai lini tengah, namun pertahanan ketat membuat peluang gol sulit muncul selama 90 menit reguler.

Berikut adalah rangkaian penting pertandingan:

  • Menit 45+2: Zakaria Hawsawi (Al‑Ahlī) menerima kartu merah setelah menanduk Tete Yangi dalam konfrontasi fisik, membuat Al‑Ahlī bermain dengan 10 pemain.
  • Menit 90+3: Mohammed Abdulrahman (Al‑Ahlī) juga dikeluarkan setelah melakukan pelanggaran keras di pinggir lapangan, menambah tekanan pada tim tamu.
  • Menit 96 (ekstra waktu babak pertama): Firas Al‑Burikan mencetak gol kemenangan setelah menerima umpan pendek dari mantan gelandang Barcelona dan AC Milan, Franck Kessie.

Gol Al‑Burikan menjadi titik balik. Setelah menahan serangan Machida selama satu jam penuh, Al‑Ahlī menemukan celah melalui kerja sama cepat Kessie‑Al‑Burikan. Gol tersebut memastikan kemenangan 1‑0 bagi Al‑Ahlī dan menandai mereka sebagai tim pertama yang berhasil mempertahankan gelar Asia sejak Al‑Ittihad pada 2005.

📖 Baca juga:
Persiku Kudus Resmi Selamat dari Degradasi: Tiga Laga Akhir Jadi Ajang Pembuktian

Ivan Toney, striker asal Inggris yang bergabung dengan Al‑Ahlī pada 2024 seharga £40 juta, menambah koleksi trofi ketiganya di Arab Saudi. Meskipun tidak mencetak gol, Toney tampil sebagai starter dan diganti pada menit-menit akhir. Setelah pertandingan, ia mengunggah pesan singkat di media sosial: “Dazzzzz itttt 2x Back2back,” menandakan kebanggaannya atas gelar berulang.

Riyad Mahrez, yang kini memperkuat Al‑Ahlī, memuji semangat juang timnya. “Ini luar biasa,” kata Mahrez kepada wartawan. “Bermain 10 lawan 11 hampir mustahil, namun kami tetap bersatu, berlari lebih keras, dan akhirnya mencetak gol.”

Keberhasilan Al‑Ahlī menambah catatan sejarah klub, sementara Machida Zelvia kembali ke Liga Jepang dengan pengalaman internasional yang berharga. Pelatih mereka, Sergio Conceição, menyatakan kepuasan meski harus berakhir di runner-up: “Kami bangga bisa sampai di final, melawan tim sekelas Al‑Ahlī, dan belajar banyak untuk musim depan.”

📖 Baca juga:
Sessegnon Bawa Fulham Raih Kemenangan 1-0 atas Villa, Pencarian Tiket Champions League Semakin Menggigit

Di sela-sela sorotan final, muncul spekulasi mengenai tim Cristiano Ronaldo, Al‑Nassr, yang mungkin akan menjadi guard of honour bagi juara Asia baru. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, rumor tersebut menambah warna pada atmosfer kompetisi klub Asia tahun ini.

Dengan gelar ini, Al‑Ahlī memperkuat posisi mereka sebagai kekuatan dominan sepak bola Asia, sementara Machida Zelvia harus kembali ke J1 League dengan harapan dapat mengulang penampilan internasional di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *