TEKNO

NASA Fire Moon: Rencana Uji Api Pertama di Permukaan Bulan

×

NASA Fire Moon: Rencana Uji Api Pertama di Permukaan Bulan

Share this article
NASA Fire Moon: Rencana Uji Api Pertama di Permukaan Bulan
NASA Fire Moon: Rencana Uji Api Pertama di Permukaan Bulan

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 26 April 2026 | NASA kembali menampilkan inovasi ambisiusnya dengan mengumumkan program yang dinamai NASA Fire Moon. Program ini bertujuan untuk melakukan uji percobaan menyalakan api secara terkendali di permukaan Bulan, sesuatu yang belum pernah dicoba sebelumnya. Langkah ini menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan untuk kehadiran permanen manusia di satelit alami Bumi.

Sejak era Apollo, para ilmuwan NASA telah meneliti perilaku api dalam kondisi mikrogravitasi. Percobaan pertama dilakukan di dalam kapsul Northrop Grumman Cygnus, di mana nyala kecil dikelilingi bahan tahan api untuk mengamati penyebaran dan karakteristik pembakaran tanpa gravitasi bumi. Penelitian tersebut memberikan data berharga tentang bagaimana bahan bakar, oksigen, dan suhu berinteraksi ketika gaya gravitasi hampir tidak ada.

📖 Baca juga:
Apple Akhiri Dukungan Intel, macOS 27 Hanya untuk Chip Apple Silicon – Apa Dampaknya bagi Pengguna Lama?

Namun, uji di atas masih berada dalam lingkungan ruang hampa yang masih mengacu pada standar gravitasi 1G. Standar utama yang dipakai NASA, yaitu NASA-STD-6001B, mengharuskan bahan diuji dengan nyala enam inci pada permukaan material. Jika nyala melampaui batas atau meneteskan partikel yang masih menyala, material dianggap tidak aman untuk digunakan dalam kendaraan antariksa. Penelitian terbaru menyoroti bahwa standar ini mungkin tidak berlaku secara langsung pada permukaan Bulan, yang hanya memiliki gravitasi sekitar satu per enam dari Bumi.

Ilmuwan menekankan bahwa dalam gravitasi parsial, fenomena “blow‑off”—proses di mana aliran oksigen mengangkat nyala api dari permukaan—menjadi kurang efektif. Akibatnya, api dapat tetap stabil lebih lama, meningkatkan risiko kebakaran pada habitat lunak atau modul penjelajahan. Untuk menguji hipotesis ini, tim NASA akan menempatkan perangkat uji yang memegang nyala api berukuran enam inci pada bahan yang umum dipakai dalam konstruksi luar angkasa, seperti komposit karbon, aluminium alloy, dan material polimer khusus.

Eksperimen NASA Fire Moon direncanakan akan diluncurkan bersama misi Artemis II, yang menjanjikan pengiriman astronot kembali ke orbit Bulan. Pada misi tersebut, NASA juga akan menampilkan heat shield Artemis II yang baru saja terlihat dalam foto yang diambil oleh penyelam Angkatan Laut AS. Heat shield tersebut memberikan gambaran tentang teknik perlindungan termal yang dapat bertahan dalam kondisi ekstrem, termasuk potensi paparan panas akibat kebakaran internal.

📖 Baca juga:
Vivo Y31d Pro Resmi Diluncurkan di Indonesia: Baterai Jumbo 7.000 mAh, Fast‑Charging 90W, dan Bodi Tahan Banting

Selain tantangan teknis, ada pertimbangan lingkungan yang signifikan. Banyak habitat lunak yang direncanakan akan mengandalkan atmosfer beroksigen tinggi untuk memudahkan pernapasan manusia. Tingginya konsentrasi oksigen, meski menguntungkan bagi astronaut, secara bersamaan memperbesar peluang terbentuknya api yang lebih cepat dan meluas. Oleh karena itu, penelitian NASA Fire Moon juga mencakup simulasi kondisi atmosfer campuran, mengukur seberapa cepat api dapat berkembang pada tekanan dan komposisi gas yang berbeda.

Data yang diperoleh dari uji coba ini diharapkan dapat memandu desain material masa depan, mengoptimalkan sistem deteksi kebakaran, dan menetapkan prosedur evakuasi yang lebih efektif. Jika berhasil, NASA akan memiliki basis ilmiah yang kuat untuk mengesahkan bahan‑bahan yang benar‑benar tahan terhadap risiko kebakaran di lingkungan gravitasi rendah.

Program ini tidak hanya relevan bagi misi ke Bulan, tetapi juga bagi rencana eksplorasi Mars. Di planet merah, gravitasi sekitar tiga per enam Bumi dan atmosfer tipis menimbulkan tantangan serupa. Pengetahuan yang dihasilkan dari NASA Fire Moon dapat menjadi fondasi bagi standar keamanan bahan di seluruh program antariksa manusia.

📖 Baca juga:
NASA Luncurkan “Your Name In Landsat” – Bikin Nama Anda Menjadi Gambar Satelit dalam Sekejap

Secara keseluruhan, NASA Fire Moon menandai langkah strategis dalam mengatasi salah satu risiko paling mendasar bagi keberlangsungan misi jangka panjang di luar angkasa. Dengan menguji secara langsung bagaimana api berperilaku di permukaan Bulan, NASA memperkuat komitmennya untuk menjamin keselamatan astronot sambil membuka peluang inovasi material yang lebih kuat, lebih ringan, dan lebih tahan lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *