Otomotif

Harga Pertamax Turun, Berdampak pada Biaya Perjalanan Jakarta-Bandung

×

Harga Pertamax Turun, Berdampak pada Biaya Perjalanan Jakarta-Bandung

Share this article
Harga Pertamax Turun, Berdampak pada Biaya Perjalanan Jakarta-Bandung
Harga Pertamax Turun, Berdampak pada Biaya Perjalanan Jakarta-Bandung

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Agustus 2026 | Harga Pertamax turun Rp300 per liter, membuat biaya perjalanan menggunakan mobil sedikit berkurang. Mulai 1 Agustus 2026, Pertamax dibanderol Rp15.950 per liter, turun dari Rp16.250 per liter pada Juli 2026.

Penurunan harga Pertamax ini berlaku di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Salah satu rute yang cukup sering ditempuh menggunakan mobil adalah Jakarta-Bandung, dengan jarak sekitar 150 kilometer.

📖 Baca juga:
Asap Knalpot Motor 2-Tak Ngebul tapi Wangi, Begini Asal Muasalnya

Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander dapat menjadi gambaran biaya perjalanan memakai mobil keluarga. Perhitungan menggunakan data konsumsi BBM berdasarkan pengujian yang pernah dilakukan, Toyota Avanza mencatat konsumsi BBM sekitar 17,6 kilometer per liter.

Dengan asumsi jarak Jakarta-Bandung sekitar 150 km, Avanza membutuhkan sekitar 8,52 liter BBM untuk sekali perjalanan. Sementara itu, harga BBM jenis Dexlite tetap Rp19.700 per liter dan Pertamina Dex juga tetap Rp21.150 per liter.

Di sisi lain, harga BBM subsidi jenis Pertalite juga tetap Rp10.000 per liter dan biolar subsidi Rp6.800 per liter. Penyesuaian harga BBM ini dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat serta mendukung ketersediaan pasokan BBM nasional.

📖 Baca juga:
Dominasi Mobil Diesel Bekas Jepang Bikin Pilihan Terbatas, Apa Alternatifnya?

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan mengikuti tren harga rata-rata harga minyak dunia serta mempertimbangkan nilai tukar rupiah sesuai ketentuan yang berlaku.

Penurunan harga Pertamax sebesar Rp300 per liter belum sepenuhnya membuat masyarakat beralih dari Pertalite. Di SPBU Mojosongo, Solo, antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM jenis Pertalite masih terlihat pada siang hari.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara harus meluangkan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM. Bagi masyarakat yang memiliki aktivitas padat, panjangnya antrean bahkan cukup mengganggu jadwal kegiatan mereka.

📖 Baca juga:
Solusi Menghadapi Lonjakan Harga BBM: Cetane Booster, Prediksi Toyota, dan Penurunan Harga Denza D9 2025 Bekas

Salah satunya dirasakan Yeni, ibu rumah tangga di Solo yang mengaku masih memilih Pertalite karena mempertimbangkan harga. Namun, pilihan tersebut membuatnya harus menghadapi antrean panjang di SPBU.

Yeni mengatakan, penurunan harga Pertamax sebesar Rp300 per liter belum begitu terasa dalam aktivitasnya sehari-hari. Ia justru masih harus mengantre cukup lama ketika membeli Pertalite di SPBU Mojosongo.

Kesimpulan, penurunan harga Pertamax turun Rp300 per liter belum membuat masyarakat beralih dari Pertalite. Masyarakat masih mempertimbangkan harga dan ketersediaan BBM dalam memilih jenis BBM yang digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *