Otomotif

Insentif Diperlukan untuk Meningkatkan Efisiensi dan Mewujudkan Zero ODOL di 2027

×

Insentif Diperlukan untuk Meningkatkan Efisiensi dan Mewujudkan Zero ODOL di 2027

Share this article
Insentif Diperlukan untuk Meningkatkan Efisiensi dan Mewujudkan Zero ODOL di 2027
Insentif Diperlukan untuk Meningkatkan Efisiensi dan Mewujudkan Zero ODOL di 2027

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Agustus 2026 | Pengamat transportasi dari Inisiasi Strategis Transportasi (Instran) Deddy Herlambang menilai insentif diperlukan untuk mendukung terwujudnya kebijakan zero over dimension overloading (ODOL) 2027, sekaligus meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional secara bertahap. Menurut Deddy, insentif dapat menjadi pendorong bagi pelaku usaha logistik menjalankan transisi menuju penerapan zero ODOL.

Menurut Deddy, pemerintah perlu memastikan kebijakan zero ODOL didukung langkah yang terukur agar proses transisi dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas distribusi barang dan logistik nasional. Peneliti Senior Instran ini menilai penyusunan roadmap menjadi bagian penting agar seluruh pemangku kepentingan memiliki arah yang sama dalam mempersiapkan penerapan zero ODOL secara bertahap dan berkelanjutan.

📖 Baca juga:
Sumsel Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik, Dorong Transisi Hijau dengan Insentif Gubernur

Pemerintah sebelumnya menyatakan akan memberikan solusi agar dunia usaha dapat melakukan transisi menuju zero ODOL tanpa mengganggu kelancaran kegiatan logistik di berbagai wilayah Indonesia. Selain penegakan hukum, pemerintah juga menyiapkan insentif bagi perusahaan logistik untuk mengganti armada yang belum sesuai ketentuan menjadi kendaraan yang memenuhi standar keselamatan yang berlaku.

Di sisi lain, PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) terus memperkuat kapabilitas manufakturnya dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kehadiran pabrik dinamo milik sendiri yang berada dalam satu kawasan dengan United E-Motor Plant 3 di Curug, Tangerang.

📖 Baca juga:
Innova Kembali Pimpin Pasar, Jaecoo J5 EV Siap Merebut Puncak Penjualan Mobil di Maret 2026

Sementara itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) masih mendorong pemerintah memberikan stimulus untuk kendaraan hybrid. Insentif dinilai dapat menekan harga mobil hibrida agar lebih terjangkau dan meningkatkan minat masyarakat.

Vice Chairman Market Development Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, mengatakan bahwa pemberian stimulus menjadi salah satu cara untuk mendongkrak penjualan mobil hybrid di Indonesia. Langkah tersebut sejalan dengan upaya mempercepat elektrifikasi kendaraan.

📖 Baca juga:
BYD M6 DM: Inovasi Terbaru di Industri Otomotif Indonesia

Dalam beberapa waktu terakhir, serikat pekerja Hyundai Motor juga menggelar aksi mogok kerja parsial selama empat hari setelah gagal mencapai kesepakatan dengan pihak manajemen mengenai masalah upah. Serikat pekerja menuntut kenaikan gaji pokok bulanan sebesar 149.600 won dan bonus berbasis kinerja yang setara dengan 30 persen laba bersih perusahaan tahun sebelumnya.

Kesimpulan, insentif diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan mewujudkan zero ODOL di 2027. Pemerintah perlu memastikan kebijakan zero ODOL didukung langkah yang terukur agar proses transisi dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas distribusi barang dan logistik nasional. Selain itu, pemberian stimulus untuk kendaraan hybrid juga dapat menekan harga mobil hibrida agar lebih terjangkau dan meningkatkan minat masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *