Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 08 Agustus 2026 | Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) baru-baru ini mengeluarkan permohonan maaf atas tuduhan bahwa mereka telah menyediakan layanan seksual untuk wasit asing selama pertandingan internasional di negara tersebut lebih dari satu dekade yang lalu.
Menurut laporan media, KFA telah menyediakan hiburan yang tidak pantas untuk wasit asing pada beberapa kesempatan antara 2011 dan 2012, termasuk kunjungan ke pusat pijat yang menawarkan layanan seksual. Asosiasi tersebut juga dituduh telah membayar biaya untuk layanan tersebut menggunakan kartu kredit perusahaan.
KFA mengeluarkan permohonan maaf atas insiden tersebut dan berjanji untuk melakukan reformasi besar-besaran untuk meningkatkan transparansi dan integritas organisasi. Asosiasi tersebut juga menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi lebih dari satu dekade yang lalu dan bahwa banyak anggota asosiasi tidak mengetahui tentang hal tersebut.
Insiden tersebut merupakan salah satu dari beberapa skandal yang melibatkan KFA dalam beberapa bulan terakhir. Asosiasi tersebut juga dituduh telah melakukan penyelewengan dalam proses pengangkatan pelatih nasional, Hong Myung-bo, dan telah melakukan raids oleh polisi atas dugaan korupsi.
Penggemar sepak bola Korea Selatan sangat kecewa dengan performa tim nasional pada Piala Dunia 2026, yang mana mereka tersingkir pada babak grup. Asosiasi tersebut berjanji untuk melakukan perubahan besar-besaran untuk meningkatkan performa tim nasional dan memulihkan kepercayaan penggemar.
Sementara itu, Korea Selatan juga akan menghadapi India dalam pertandingan Davis Cup Qualifier Round 2 pada September mendatang. Pertandingan tersebut akan diselenggarakan di Seoul dan diharapkan dapat menjadi pertandingan yang seru antara dua tim yang memiliki catatan head-to-head yang cukup seimbang.
Dalam beberapa minggu terakhir, KFA telah menghadapi kritik keras dari penggemar dan media atas performa tim nasional dan skandal yang melibatkan asosiasi tersebut. Asosiasi tersebut berjanji untuk melakukan perubahan besar-besaran untuk memulihkan kepercayaan penggemar dan meningkatkan performa tim nasional.









