Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 04 Agustus 2026 | Perdebatan baru telah dimulai di Liga MX setelah diterapkannya aturan baru yang dikenal sebagai ‘Ley Prestianni‘. Aturan ini memerintahkan wasit untuk memberikan kartu merah kepada pemain yang menutupi mulut mereka dengan tangan sambil mengucapkan kata-kata ofensif atau menghina lawan. Aturan ini diperkenalkan setelah insiden yang melibatkan pemain Argentina, Gianluca Prestianni, yang dituduh mengucapkan kata-kata rasis kepada Vinícius Júnior.
Baru-baru ini, pemain Necaxa, Julián Carranza, menjadi korban aturan ini setelah ia diberi kartu merah dalam pertandingan melawan Toluca. Insiden ini memicu protes dari manajer Necaxa, Martín Varini, yang merasa bahwa Carranza telah diprovokasi sepanjang pertandingan dan bahwa aturan tersebut tidak diterapkan secara adil.
Varini tidak menyangkal bahwa wasit telah mengikuti prosedur yang benar, namun ia berpendapat bahwa Carranza telah mengalami banyak tekanan dan provokasi sepanjang pertandingan yang tidak dihukum. Ia juga menekankan bahwa kekalahan timnya tidak hanya disebabkan oleh keputusan wasit, tetapi juga oleh ketidakmampuan tim untuk bermain dengan baik dalam situasi yang sulit.
Pertandingan antara Toluca dan Necaxa berakhir dengan skor 3-1 untuk Toluca, setelah mereka memanfaatkan keunggulan numerik mereka setelah Carranza dikeluarkan dari lapangan. Gol-gol Toluca dicetak oleh beberapa pemain, sementara Necaxa hanya bisa mencetak satu gol melalui Carranza sebelum ia diberi kartu merah.
Kontroversi seputar ‘Ley Prestianni’ ini telah memicu perdebatan hangat di kalangan penggemar sepak bola dan komentator. Beberapa orang berpendapat bahwa aturan ini diperlukan untuk menjaga etika dan sportivitas dalam sepak bola, sementara yang lain berpendapat bahwa aturan ini terlalu ketat dan dapat mempengaruhi hasil pertandingan.
Di akhir pertandingan, Toluca memenangkan pertandingan dengan skor 3-1, namun insiden seputar ‘Ley Prestianni’ ini telah meninggalkan dampak yang signifikan pada Liga MX. Pertanyaan tentang efektivitas dan keadilan aturan ini masih menggantung, dan hanya waktu yang akan menunjukkan bagaimana aturan ini akan mempengaruhi sepak bola di Meksiko.











