Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 03 Agustus 2026 | Robert Budi Hartono resmi menjadi pengendali tunggal PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. Status tersebut diperoleh setelah saudaranya, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Maret lalu. Sebelumnya, pengendali BBCA adalah PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) yang dimiliki bersama oleh dua bersaudara itu.
Corporate Secretary BBCA, Rudy Budiardjo mengatakan, perubahan pengendali di emiten raksasa perbankan swasta itu terjadi seiring tutup usianya Bambang Hartono pada Kamis (19/3). Setelah itu, Budi Hartono tetap menjadi pemegang 51% saham PT Dwimuria Investama Andalan tanpa ada perubahan komposisi jumlah sahamnya.
Robert Budi Hartono memiliki nama lahir Oei Hwie Tjhong. Ia adalah putra kedua dari pendiri perusahaan rokok Djarum, Oei Wie Gwan. Dari sang ayah itulah, tonggak kerajaan bisnis keluarga Hartono dimulai. Pada 1951, Oei Wie Gwan mengakuisisi perusahaan rokok kecil bernama Djarum Gramophon dan mengubah namanya menjadi Djarum.
Suksesnya industri rokok Djarum menjadi modal awal keluarga Hartono mengembangkan usahanya menjadi sebuah gurita bisnis raksasa. Keduanya kemudian melakukan diversifikasi usaha ke berbagai sektor. Perusahaan mulai mengekspor produk rokok pada 1972, meluncurkan Djarum Filter pada 1975, dan memperkenalkan Djarum Super pada 1981.
Kini, Djarum menjadi salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia. Robert Budi Hartono kini resmi menjadi satu-satunya Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. Status tersebut diperoleh setelah Bambang Hartono meninggal dunia.
Dengan demikian, Robert menjadi pengendali tunggal BCA, bank swasta terbesar di Indonesia. Perubahan pengendalian itu telah dicatat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Nomor SR 21/PB.333/2026 tertanggal 29 Juli 2026.
Perubahan pengendali ini membuat Robert menjadi sosok yang memegang kendali atas bank swasta terbesar di Indonesia dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 776,63 triliun. Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires, kekayaan Robert mencapai US$ 15,7 miliar atau sekitar Rp 283,5 triliun.
Nilai tersebut meningkat sekitar US$ 2 miliar dibandingkan dengan catatan terakhir pada 27 Juli 2026. Sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan saham di BBCA. BCA mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 1.036 triliun hingga semester pertama 2026.
Angka tersebut tumbuh 8% secara tahunan atau year on year (YoY). Capaian itu juga menjadi yang pertama kalinya portofolio kredit BCA menembus level Rp 1.000 triliun. Pertumbuhan kredit didukung pendanaan yang solid. Dana giro dan tabungan (CASA) meningkat 10,2% YoY menjadi Rp 1.082 triliun.
Sementara total dana pihak ketiga (DPK) naik 7,9% YoY menjadi Rp 1.284 triliun. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Robert Budi Hartono telah resmi menjadi pengendali tunggal BCA dan memiliki kekayaan yang sangat besar.











