Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 24 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tekanan bearish pada perdagangan Jumat, 24 April 2026, dengan penutupan lemah di level 7.129, menandai koreksi sebesar 3,38% atau 249 poin. Sementara mayoritas saham tercatat melemah, sejumlah emiten bank menampilkan pergerakan yang kontras, terutama PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) yang melesat lebih dari 11% dan menutup pada Rp4.290 per lembar.
Data IDX Mobile mengindikasikan bahwa pada sesi pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG berada di 7.367,29 dan bergerak dalam rentang sempit 7.364-7.383. Pada pukul 12:10 WIB, indeks kembali turun menjadi 7.129, dengan volume transaksi mencapai 44,78 miliar saham bernilai Rp24,30 triliun. Kapitalisasi pasar mengalami penurunan menjadi Rp12.736 triliun, menurunkan nilai total pasar saham Indonesia.
Di antara 10 saham berkapitalisasi terbesar, lima di antaranya menutup di zona merah. Bank-bank besar seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 5,84% ke Rp6.050, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 2,47% ke Rp3.160, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terpuruk 2,53% ke Rp4.630. Sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Bank Permata Tbk. (BNLI) mencatat kenaikan masing-masing 1,04% dan 1,19%.
Namun, BDMN menjadi sorotan utama dengan lonjakan 11,43% pada hari yang sama. Kenaikan ini terjadi meski pasar secara umum berada dalam tekanan jual, menandakan adanya faktor khusus yang mendukung saham tersebut. Analis MNC Sekuritas menilai bahwa IHSG berada di akhir wave [iv] pada label hitam, atau alternatifnya di akhir wave [a] dari wave B pada label merah, yang secara teknis membuka peluang koreksi lebih lanjut ke zona support 7.245‑7.354. Pada saat yang sama, rekomendasi “buy on weakness” diberikan untuk saham-saham tertentu, sementara BDMN masuk dalam kategori speculative buy karena volatilitas tinggi namun potensi upside yang menarik.
Berikut ini rangkuman pergerakan harga beberapa saham bank pada Jumat, 24 April 2026:
| Saham | Perubahan | Harga Penutupan (Rp) |
|---|---|---|
| BBCA | -5,84% | 6.050 |
| BBRI | -2,47% | 3.160 |
| BMRI | -2,53% | 4.630 |
| BBNI | +1,04% | 3.870 |
| BNLI | +1,19% | 3.390 |
| BDMN | +11,43% | 4.290 |
Lonjakan BDMN dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Pertama, laporan keuangan kuartal pertama menunjukkan perbaikan signifikan pada rasio NPL (Non‑Performing Loan) dan peningkatan margin bunga bersih. Kedua, langkah restrukturisasi kredit yang dilakukan bank selama enam bulan terakhir berhasil menurunkan beban provisi, meningkatkan profitabilitas. Ketiga, sentimen positif dari analis sekuritas menambah daya tarik BDMN bagi investor yang mencari peluang di sektor perbankan yang relatif undervalued.
Di sisi lain, tekanan makroekonomi tetap menjadi faktor penghambat bagi pasar secara luas. Kebijakan moneter Bank Indonesia yang cenderung ketat, disertai dengan ekspektasi penurunan rating Indonesia oleh MSCI, menurunkan optimism investor. Sementara itu, fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga komoditas global menambah ketidakpastian.
Investor institusi dan ritel yang mempertimbangkan alokasi ke BDMN disarankan untuk mengamati level support teknikal di sekitar Rp4.000 dan resistance pertama di Rp4.500. Jika saham berhasil menembus resistance tersebut dengan volume yang kuat, potensi lanjutan ke level Rp5.000 dapat terbuka dalam beberapa minggu ke depan. Namun, bila terjadi penurunan di bawah level support, risiko koreksi lebih dalam menjadi tinggi, mengingat volatilitas pasar yang masih tinggi.
Secara keseluruhan, meskipun IHSG berada dalam fase koreksi, BDMN berhasil menonjol sebagai salah satu saham yang memberikan peluang upside signifikan. Analis menekankan pentingnya manajemen risiko dan diversifikasi portofolio, terutama pada saat pasar berada di zona tekanan. Investor yang mampu mengidentifikasi sinyal pembalikan teknikal dan fundamental yang kuat dapat memanfaatkan pergerakan ini untuk memperoleh keuntungan jangka pendek maupun menengah.
Dengan mempertimbangkan data fundamental, sentimen pasar, serta analisis teknikal, BDMN diproyeksikan tetap menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mencari eksposur pada sektor perbankan Indonesia dalam kondisi pasar yang bergejolak.











