Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 24 April 2026 | The Devil Wears Prada 2 resmi meluncur pada 29 April 2026 di seluruh bioskop Indonesia setelah menggebrak panggung internasional pada 20 April 2026 di Lincoln Center, New York. Sekuel yang dirilis hampir dua dekade setelah film pertamanya ini kembali menampilkan para tokoh ikonik: Miranda Priestly (Meryl Streep), Andrea “Andy” Sachs (Anne Hathaway), Emily (Emily Blunt) dan Nigel (Stanley Tucci). Film ini tidak hanya menarik perhatian pecinta fashion, tetapi juga menimbulkan perdebatan di media sosial, terutama terkait nama karakter baru yang dipersepsikan sebagai rasis oleh netizen China.
Kontroversi utama berpusat pada karakter asisten Andrea yang diberi nama Jin Chou, diperankan oleh aktris keturunan Amerika‑China Helen J. Shen. Nama tersebut dianggap menyerupai istilah penghinaan “ching chong” yang telah lama dipakai secara diskriminatif terhadap orang Asia. Warga internet China, yang melaporkan temuan ini melalui The Korea Times dan The Straits Times, menyerukan boikot terhadap film tersebut. Kritik tidak hanya terbatas pada nama, tetapi juga pada cara karakter tersebut memperkenalkan diri sebagai lulusan Yale, yang dinilai memperkuat stereotip akademik tinggi bagi orang Asia. Media Hong Kong, Oriental Daily News, menambahkan bahwa istilah tersebut memiliki akar sejarah sejak abad ke‑19, menambah sensitivitas publik terhadap penggunaan bahasa yang dianggap merendahkan.
Reaksi boikot tersebut bahkan memicu pemberitaan di media lokal Indonesia, seperti Liputan6.com, yang menyoroti potensi dampak pada penjualan tiket dan citra produksi Hollywood di pasar Asia. Sementara itu, produser film menegaskan bahwa tidak ada niat menyudutkan budaya mana pun, dan nama karakter dipilih sebagai penghormatan kepada keragaman etnis dalam industri fashion global.
Di sisi lain, film ini juga menarik sorotan karena menyisipkan humor ringan terhadap tokoh-tokoh dunia bisnis Amerika. Salah satu adegan menampilkan parodi terhadap Jeff dan Lauren Bezos, yang digambarkan dalam sebuah lelucon ringan tentang persaingan e‑commerce dan pengaruh mereka dalam industri mode. Meskipun detail adegan tidak dijelaskan secara luas, kehadiran lelucon tersebut menambah dimensi satir pada alur cerita, menghubungkan dunia fashion dengan dinamika kekuasaan korporasi modern.
Premiere di New York menjadi panggung mode tersendiri. Anne Hathaway tampil memukau dalam gaun strapless merah sutra yang dirancang khusus oleh Louis Vuitton, dipadukan dengan perhiasan Bvlgari berlapis emas pink 18 karat. Meryl Streep menonjolkan cape coat merah dramatis dari Givenchy, melengkapi penampilannya dengan sarung tangan kulit hitam dan kacamata hitam, mengingatkan pada ikon fashion Anna Wintour. Emily Blunt mengenakan gaun couture Schiaparelli dengan ribuan bulu sutra, sementara Stanley Tucci memilih velvet blazer hitam yang menegaskan gaya klasiknya. Penampilan para pemeran mengukuhkan bahwa fashion tetap menjadi unsur kunci dalam narasi film.
Di Indonesia, promosi film juga melibatkan influencer lokal. Tasya Farasya, seorang beauty influencer, melakukan wawancara eksklusif dengan Meryl Streep dan Anne Hathaway di Jepang. Dalam wawancara yang berlangsung secara santai, kedua aktris berbicara tentang evolusi dunia fashion yang kini lebih dipengaruhi oleh media sosial seperti TikTok dan Instagram, dibandingkan era majalah cetak. Anne Hathaway menekankan pentingnya menjaga legacy film pertama sambil mengadopsi tren baru, serta menyebutkan keterlibatan kembali makeup artist Nicky Ledermann yang berkontribusi pada tampilan visual film. Tasya juga mengajak kedua bintang bermain game “this or that”, mengungkap preferensi mereka terhadap pakaian vintage dibandingkan tren cepat berubah.
- Kontroversi: Nama Jin Chou dianggap rasis, memicu boikot di China.
- Humor: Parodi Jeff dan Lauren Bezos muncul dalam adegan komedi.
- Premiere: Penampilan fashion mewah di New York, menampilkan desainer ternama.
- Promosi: Wawancara Tasya Farasya di Jepang menyoroti dampak media sosial pada fashion.
- Rilis: Film tayang di Indonesia pada 29 April 2026.
Instalasi “The Devil Wears Prada 2 Runway Experience” juga dibuka di Plaza Indonesia mulai 23 April hingga 17 Mei 2026, menawarkan pengunjung kesempatan merasakan atmosfer kantor Runway melalui set tematik dan photo booth interaktif. Inisiatif ini diharapkan meningkatkan antusiasme penonton lokal sekaligus memperkuat branding film di pasar Asia Tenggara.
Secara keseluruhan, The Devil Wears Prada 2 berhasil menggabungkan nostalgia, mode kontemporer, dan komentar sosial dalam satu paket hiburan. Meskipun menghadapi tantangan terkait sensitivitas budaya, film ini tetap menjadi sorotan utama industri perfilman internasional tahun 2026. Penonton diharapkan dapat menikmati cerita yang memadukan drama kerja di dunia fashion dengan sentuhan humor dan kritik sosial yang relevan dengan zaman kini.











