Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 01 Agustus 2026 | Sekitar 1.500 pekerja dari dua perusahaan garmen di Jawa Tengah yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dipastikan telah mendapatkan penyelesaian. Kementerian Ketenagakerjaan menyebut hak para pekerja telah dipenuhi sesuai kesepakatan.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker Indah Anggoro Putri mengatakan, persoalan PHK di PT Victory Apparel Kota Semarang dan PT Samwon Kabupaten Jepara telah mencapai kesepakatan antara pekerja dan perusahaan.
Menurutnya, pihak perusahaan telah menyatakan kesiapan membayarkan pesangon sesuai hak pekerja. Pemerintah juga akan membantu para buruh yang ingin kembali bekerja melalui penyaluran ke perusahaan lain maupun program pelatihan kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah Ahmad Aziz mengatakan sekitar 400 pekerja PT Samwon akan difasilitasi untuk mengakses lowongan di perusahaan sekitar. Sementara pekerja PT Victory Apparel juga akan diarahkan ke peluang kerja yang tersedia.
Selain itu, pekerja terdampak PHK dapat mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah tanpa biaya. Ahmad menjelaskan, penyebab PHK di kedua perusahaan berbeda. PT Samwon mengalami tekanan akibat dampak pandemi Covid-19 serta kerugian setelah banjir yang mengganggu bahan baku dan aktivitas ekspor.
Sementara PT Victory Apparel mengalami kerugian selama tiga tahun terakhir berdasarkan hasil audit kantor akuntan publik. Pemerintah memastikan pengawalan terhadap pemenuhan hak pekerja tetap dilakukan hingga seluruh proses penyelesaian selesai.
Dalam konteks lain, buruh juga memiliki potensi besar untuk mengubah nasib mereka melalui pendidikan dan pelatihan. Muhammad Ega Arya Rizky, seorang buruh panggul di Surabaya, berhasil masuk Biologi UI setelah melewati berbagai tantangan.
Ega harus membagi waktunya antara bekerja sebagai buruh panggul dan belajar. Ia bahkan beberapa kali terlambat masuk sekolah karena harus menyelesaikan pekerjaannya. Namun, Ega tidak menyerah dan terus membuktikan kemampuannya melalui berbagai prestasi.
Di sisi lain, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 121.363 unit hingga 31 Juli 2026.
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma mengatakan, selain realisasi yang telah tercapai, masih terdapat puluhan ribu permohonan yang sedang diproses hingga tahap akad.
Kesimpulan, pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.500 buruh garmen di Jateng telah teratasi dengan baik. Hak-hak pekerja telah dipenuhi sesuai kesepakatan. Sementara itu, buruh juga memiliki potensi besar untuk mengubah nasib mereka melalui pendidikan dan pelatihan. Program KPR subsidi juga terus berjalan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah impian.











