Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 30 Juli 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi diguyur hujan lebat disertai angin kencang pada Jumat (31/7/2026). Kondisi ini terjadi meski sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.
BMKG menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan pada Dasarian II Juli 2026, musim kemarau terus meluas dan kondisi kering semakin mendominasi berbagai wilayah di Tanah Air. Tercatat, curah hujan kategori rendah mencakup sekitar 92,93 persen wilayah Indonesia.
Sementara itu, curah hujan kategori menengah hanya mencapai 6,63 persen, sedangkan kategori tinggi tinggal 0,45 persen wilayah. Kondisi tersebut juga tercermin dari sifat hujan yang didominasi kategori bawah normal, yakni sekitar 89,97 persen wilayah Indonesia.
BMKG juga memperingatkan bahwa hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi secara lokal di sejumlah daerah. Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa puncak musim kemarau di tahun 2026 terjadi pada Agustus hingga September.
Sebanyak 48,8 persen luasan wilayah di Indonesia memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus, sementara sekitar 25 persen luasan wilayah akan masuk pada bulan September. BMKG juga memprediksi bahwa musim kemarau yang terjadi akan lebih kering dan berdurasi lebih panjang.
BMKG juga mengingatkan bahwa El Nino diprediksi memicu musim kemarau lebih kering dan berdurasi lebih panjang. El Nino diprediksi terjadi hingga 2027. Sementara itu, BMKG juga memprediksi bahwa 54,5 persen luasan wilayah di Indonesia sudah memasuki musim kemarau.
BMKG memperingatkan curah hujan sudah di bawah normal. BMKG juga mengingatkan bahwa pola kemarau tidak sama di Indonesia, dampak dari El Nino juga tidak seragam di Indonesia karena wilayah kita ini besar sekali.
Untuk wilayah Jawa Tengah, BMKG memprakirakan Jawa Tengah cerah hingga cerah berawan pada pagi-siang, lalu berubah menjadi cerah berawan hingga berawan pada sore hingga awal malam. Surakarta dan Sukoharjo diprediksi cerah berawan sepanjang hari, dengan suhu 26–32°C di Surakarta dan 26–33°C di Sukoharjo.
Karanganyar dan Sragen berpotensi hujan ringan, sedangkan Boyolali, Klaten, serta Wonogiri diprakirakan berawan; angin umumnya bertiup dari timur ke selatan 5–30 km/jam.
BMKG juga mengingatkan bahwa aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang secara spasial diprakirakan mulai memasuki wilayah Indonesia, serta keberadaan Gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin yang melintasi sebagian wilayah Sumatra diprediksi mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah.
Kesimpulan, BMKG memprediksi bahwa hujan lebat dan angin kencang masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, meski sebagian besar wilayah telah memasuki musim kemarau. BMKG juga memperingatkan bahwa El Nino diprediksi memicu musim kemarau lebih kering dan berdurasi lebih panjang.











