Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 24 April 2026 | Inter Milan menorehkan salah satu comeback paling dramatis dalam sejarah Coppa Italia ketika berhasil mengalahkan Como dengan skor 3-2 di semifinal yang berlangsung pada 21 April 2026. Kemenangan ini menempatkan Nerazzurri di final kompetisi domestik paling bergengsi, menandai penampilan final ke-16 mereka, sebuah prestasi yang hanya di ataskannya oleh Juventus (22 kali) dan Roma (17 kali).
Babak pertama dimulai dengan tempo tinggi dari Como. Penyerang muda Baturina membuka skor pada menit ke-32, memanfaatkan celah di lini pertahanan Inter. Gol ini membuat Como unggul 1-0 dan menambah tekanan pada tim asuhannya, Fabregas. Namun, Inter tidak tinggal diam. Pada menit ke-48, Da Cunha menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah menerima umpan terobosan dari tengah lapangan.
Masuk babak kedua, Inter tampil lebih agresif. Hakan Calhanoglu, yang berada dalam performa puncak, menjadi ujung tombak serangan. Ia mencetak gol keduanya pada menit ke-69 dengan tembakan jarak jauh yang melengkung ke sudut atas gawang, menyamakan kedudukan 2-2. Tidak lama kemudian, pada menit ke-86, Calhanoglu menambahkan satu lagi, kali ini dengan sundulan kepala yang memecah kebuntuan, menjadikan Inter unggul 3-2.
Menjelang akhir pertandingan, Luka Sucic masuk sebagai pengganti dan pada menit ke-89 berhasil mempertegas keunggulan Inter dengan gol penutup. Gol ini menutup aksi dengan skor akhir 3-2, mengantarkan Inter ke final melawan pemenang antara Atalanta dan Lazio, yang akhirnya dimenangkan oleh Lazio pada pertemuan 2-2 yang berakhir lewat adu penalti.
Statistik pertandingan menunjukkan peran krusial Calhanoglu, yang terlibat dalam tiga gol (dua gol dan satu assist) – sebuah rekor pribadi pertama kali di Inter dalam satu laga. Sementara itu, pemain cadangan seperti Morata dan Dumfries juga memberikan kontribusi penting dalam fase akhir, meski tidak tercatat dalam skor.
Berikut rangkuman gol dan kronologi penting pertandingan:
| Menit | Pemain | Tim | Jenis Gol |
|---|---|---|---|
| 32′ | Baturina | Como | Pukulan |
| 48′ | Da Cunha | Inter | Serangan Balik |
| 69′ | Calhanoglu | Inter | Jarak Jauh |
| 86′ | Calhanoglu | Inter | Sundulan Kepala |
| 89′ | Sucic | Inter | Finishing |
Pelatih Inter, Simone Inzaghi, memuji semangat juang timnya, terutama ketangguhan mental setelah tertinggal dua gol. “Kami menunjukkan karakter nerazzurri sejati, tidak pernah menyerah meski berada di bawah tekanan,” ujar Inzaghi setelah pertandingan.
Sementara itu, mantan pelatih legenda Fabio Capello memberikan pandangannya tentang final yang akan datang. Capello menilai Inter telah kembali ke formasi terbaiknya berkat kebangkitan Nicolo Barella dan Calhanoglu, namun mengingatkan bahwa Lazio, di bawah asuhan Maurizio Sarri, akan menjadi lawan yang tangguh, terutama dengan dukungan massa di Stadio Olimpico.
Dengan kemenangan ini, Inter tidak hanya menambah catatan sejarah, tetapi juga menyiapkan diri untuk menantang Lazio dalam final yang dijadwalkan pada akhir Mei 2026. Pertarungan di Stadio Olimpico diharapkan menjadi ajang penentu, terutama mengingat ambisi Inter mengunci gelar double winners pada musim ini.
Kesimpulannya, pertandingan Inter vs Como Coppa Italia menjadi contoh sempurna dari semangat kompetisi, strategi taktik yang fleksibel, dan kemampuan pemain untuk mengubah arah pertandingan di menit-menit krusial. Dengan final yang menjanjikan, para pendukung Nerazzurri berharap gelar trofi kembali menghiasi kotak perhiasan klub.











