Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 25 Juli 2026 | Kasus korupsi uang pakan hewan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) telah menjadi sorotan publik. Mantan Direktur Utama KBS, Choirul Anwar, diduga telah melakukan korupsi pengelolaan keuangan KBS periode 2016-2024 yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp10,2 miliar.
Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, mengecam keras munculnya dugaan korupsi dana pakan satwa di KBS dan meminta Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mengusut tuntas kasus tersebut. Rajiv juga meminta agar semua pihak yang terlibat dalam manajemen pakan satwa selama delapan tahun terakhir diperiksa.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, meminta evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan KBS guna memastikan tata kelola yang akuntabel, kesejahteraan satwa, dan keberlanjutan destinasi wisata edukasi tersebut.
Chusnunia Chalim juga mengaku prihatin atas kasus yang terjadi di lingkungan wisata di Kota Surabaya ini dan meminta agar KBS ditutup sementara untuk memastikan operasional kembali sehat dan kelangsungan hidup satwa terjamin.
Kasus korupsi ini telah menimbulkan kekhawatiran publik terhadap kesejahteraan satwa di KBS. Namun, pihak pengelola KBS telah memastikan bahwa kualitas perawatan tetap menjadi prioritas dan kondisi satwa kini terpantau stabil dan terawat dengan baik.
Untuk memulihkan reputasi lembaga, manajemen KBS terus berupaya membenahi sistem pengelolaan dan memastikan bahwa kesehatan, perawatan, dan kebutuhan satwa terpenuhi secara optimal.
Kesimpulan, kasus korupsi uang pakan hewan di KBS telah menjadi sorotan publik dan memerlukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan KBS. Dengan memastikan tata kelola yang akuntabel, kesejahteraan satwa, dan keberlanjutan destinasi wisata edukasi, KBS dapat kembali menjadi destinasi wisata edukasi yang berkualitas.











