Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 23 Juli 2026 | Kabupaten Siak di Riau baru-baru ini digemparkan oleh serangan harimau Sumatera terhadap seorang pekerja proyek. Korban yang bernama Harianto (31) berhasil diselamatkan setelah rekan-rekannya menyorot satwa liar tersebut menggunakan lampu alat berat. Kejadian ini terjadi di Kecamatan Sungai Apit, tidak jauh dari kamp tempat korban bersama rekan-rekannya bekerja.
Menurut keterangan, Harianto keluar dari kamp untuk buang air besar di area dekat kanal sekitar pukul 19.30 WIB. Sekitar 10 menit kemudian, rekan-rekan korban mendengar suara teriakan dari arah lokasi Harianto pergi. Mereka langsung keluar untuk mencari sumber suara di tengah kondisi kawasan yang gelap.
Para pekerja kemudian menyalakan mesin dan seluruh lampu alat berat untuk menerangi area sekitar. Saat cahaya diarahkan ke lokasi, mereka melihat seekor harimau Sumatera sedang menerkam Harianto. Sorotan lampu alat berat diduga membuat harimau terkejut, sehingga satwa liar tersebut melepaskan korban dan melarikan diri menuju semak-semak.
Sementara itu, Kabupaten Siak juga terkenal dengan kekayaan sejarah dan budayanya, terutama Istana Siak. Istana ini merupakan bukti kejayaan Kerajaan Siak dan menjadi saksi bisu perjuangan Sultan Syarif Kasim II dalam mendukung kemerdekaan Indonesia. Namun, kondisi fisik bangunan kini membutuhkan penanganan serius.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, telah meminta Komisi X DPR RI untuk memberikan perhatian khusus terhadap upaya pelestarian Istana Siak. Ia juga mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 9 miliar untuk revitalisasi bangunan cagar budaya tersebut. Dengan demikian, diharapkan Istana Siak dapat terjaga dengan baik dan menjadi warisan sejarah yang bernilai tinggi bagi generasi mendatang.
Dalam beberapa waktu terakhir, Pemerintah Kabupaten Siak telah melakukan upaya untuk melestarikan cagar budaya di daerah tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengajukan proposal untuk mendapatkan dana revitalisasi dari Pemerintah Pusat. Usaha ini telah membuahkan hasil, karena Istana Siak dan Balairung Sri telah mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 5,5 miliar dari APBN untuk kegiatan revitalisasi.
Kesimpulan dari kejadian serangan harimau Sumatera dan upaya pelestarian Istana Siak di Kabupaten Siak adalah bahwa kekayaan alam dan budaya harus dijaga dan dilestarikan dengan baik. Dengan demikian, generasi mendatang dapat menikmati dan mempelajari sejarah dan kebudayaan yang ada di daerah tersebut.











