Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 23 Juli 2026 | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung baru-baru ini menghadiri acara pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Indonesia di Taman Fatahillah, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Pramono menceritakan tentang hubungannya dengan PKB dan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang sudah terjalin sejak lama.
Pramono mengingat kembali saat PKB mencalonkan Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden pada tahun 1999. Menurutnya, PKB lah yang mencalonkan Megawati, bukan PDI-Perjuangan. Pramono juga menyebut bahwa dirinya dan Cak Imin sudah menjadi sahabat sejak gerakan mahasiswa 1998.
Acara pelantikan DPC PKB se-Indonesia dihadiri oleh 514 DPC dengan 19.675 personel yang akan dilantik. Pramono mengungkapkan bahwa prestasi PKB meningkat pada masa kepemimpinan Cak Imin dan menyebut bahwa kepemimpinan Cak Imin sudah teruji.
Selain itu, Pramono juga berbicara tentang rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menerbitkan obligasi daerah senilai Rp 3,5 triliun pada Juni 2027. Dana hasil obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek publik, seperti LRT, rumah sakit, sekolah, dan embung.
Pramono juga menyebut bahwa dirinya dan Cak Imin pernah berdiskusi tentang akses ke Kota Tua yang mudah dan bisa menggunakan transportasi umum. Pramono juga mengatakan bahwa PKB menjadi salah satu partai yang mencalonkan Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden pada tahun 1999.
Di sisi lain, Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengkritik wajah baru Taman Ismail Marzuki (TIM) yang dianggap telah berubah dari tujuan awalnya. Megawati menilai bahwa TIM telah menjadi lebih ‘borjuis’ dan tidak lagi menjadi wadah utama bagi para seniman.
Megawati menegur Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno untuk mengembalikan fungsi TIM sebagai pusat berkumpulnya para seniman. Megawati berharap Pemprov DKI dapat mengembalikan roh kebudayaan dan kerakyatan di Taman Ismail Marzuki.
Dalam kesimpulan, Pramono Anung sebagai Gubernur DKI Jakarta memiliki hubungan yang dekat dengan PKB dan Cak Imin. Pramono juga memiliki rencana untuk mengembangkan Jakarta melalui proyek-proyek publik dan obligasi daerah. Sementara itu, Megawati Soekarnoputri mengkritik perubahan wajah baru Taman Ismail Marzuki dan menegur Pramono Anung untuk mengembalikan fungsi TIM sebagai pusat berkumpulnya para seniman.











