Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 20 Juli 2026 | Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol berakhir dengan kekalahan Argentina 0-1. Namun, perhatian lebih banyak tertuju pada kericuhan yang terjadi di lapangan setelah pertandingan usai. Pemain Argentina, Leandro Paredes, menjadi sorotan utama karena perilakunya yang tidak terkendali.
Paredes terlihat mencekik Eric Garcia dan mendorong Gavi hingga terjatuh. Ia akhirnya menerima kartu merah setelah pertandingan berakhir. Insiden ini langsung menyebar luas di media sosial dan menjadi salah satu gambar paling banyak dibicarakan dari partai puncak Piala Dunia 2026.
Banyak warganet melontarkan kritik kepada Paredes usai aksinya mencoreng penutupan turnamen paling bergengsi di dunia itu. Alih-alih menjadi penutup indah bagi pesta juara Spanyol, kericuhan justru mengambil perhatian. Saat para pemain La Roja merayakan keberhasilan merebut gelar Piala Dunia kedua mereka, Paredes memilih melampiaskan emosinya kepada para pemain lawan.
Insiden bermula ketika Paredes menghampiri Eric Garcia. Gelandang Argentina tersebut kemudian memegang leher bek Spanyol itu dalam aksi yang diduga sebagai bentuk intimidasi. Melihat rekan setimnya mendapat perlakuan tersebut, Gavi langsung datang membela Eric Garcia. Situasi pun memanas dalam hitungan detik.
Spanyol sendiri berhasil meraih kemenangan berkat gol dari Ferran Torres di extra time. Mereka mendominasi pertandingan dengan 65% penguasaan bola dan 762 umpan akurat, sementara Argentina hanya mampu melakukan 358 umpan akurat dan tidak berhasil mencetak satupun gol.
Presiden Argentina, Javier Milei, mengumumkan hari libur nasional untuk merayakan pencapaian tim nasional mereka, meskipun mereka kalah. Sementara itu, komentator sepak bola, Alan Shearer, mengkritik keras Enzo Fernandez karena dianggap ‘bodoh’ dan ‘merugikan’ negaranya dengan kartu merah yang diterimanya.
Kericuhan di lapangan dan insiden yang melibatkan pemain Argentina telah merusak penutupan Piala Dunia 2026. Ini menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya tentang kemenangan atau kekalahan, tapi juga tentang sportivitas dan menghormati lawan.











