OLAHRAGA

Mediasi Dewa United Bhayangkara Usai Tendangan Kungfu di EPA U-20: Proses Hukum Dibatalkan, Kedua Klub Janjikan Sportivitas

×

Mediasi Dewa United Bhayangkara Usai Tendangan Kungfu di EPA U-20: Proses Hukum Dibatalkan, Kedua Klub Janjikan Sportivitas

Share this article
Mediasi Dewa United Bhayangkara Usai Tendangan Kungfu di EPA U-20: Proses Hukum Dibatalkan, Kedua Klub Janjikan Sportivitas
Mediasi Dewa United Bhayangkara Usai Tendangan Kungfu di EPA U-20: Proses Hukum Dibatalkan, Kedua Klub Janjikan Sportivitas

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 23 April 2026 | Insiden tendangan kungfu yang terjadi pada laga Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 antara Dewa United U-20 dan Bhayangkara FC U-20 memicu sorotan luas. Setelah dua tim berseteru di lapangan Citarum, Semarang, kedua belah pihak memilih jalur damai melalui mediasi Dewa United Bhayangkara yang digelar di Dewa United Arena, Tangerang, pada 22-23 April 2026. Pertemuan tersebut dihadiri oleh direktur akademi masing-masing klub, pelatih, serta perwakilan resmi PSSI, dan berlangsung dalam suasana kondusif.

Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina, membuka rapat dengan menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan perlindungan terhadap pemain muda. “Alhamdulillah, hari ini mediasi sudah selesai. Kami sudah bersilaturahmi, sudah saling memaafkan. Anak‑anak ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya. Firman menambahkan bahwa proses hukum terkait insiden telah dibatalkan setelah kedua pihak sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan.

📖 Baca juga:
Kontroversi Wasit Yoko Supriyanto: 5 Keputusan Krusial yang Membuat Persib Bandung Tertipu di Laga Dewa United

Pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto, yang menjadi pelaku tendangan, secara terbuka meminta maaf kepada korban, Rakha Nurkholis, serta seluruh jajaran Dewa United. “Saya meminta maaf sebesar‑besaranya kepada Rakha, pelatih, dan semua yang terlibat. Tindakan saya tidak sportif dan sangat bodoh,” kata Alberto. Rakha menerima permintaan maaf tersebut dengan lapang dada, menyatakan mengerti bahwa emosi muda kadang tak terkendali, namun berharap insiden menjadi pelajaran.

Direktur Bhayangkara Akademi, Agus Rumekso Carel, menyampaikan rasa terima kasih kepada Dewa United atas kesediaannya menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Ia menegaskan bahwa klub tidak berniat menimbulkan konflik dan akan menindaklanjuti secara internal. “Kami sudah meminta maaf kepada Dewa United dan semua adik‑adik kami. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pemain muda,” ujarnya.

📖 Baca juga:
Dewa United Panas di Saat Tepat, Menuju Empat Besar BRI Super League

Kedua klub sepakat bahwa evaluasi internal akan tetap berjalan. Pihak Dewa United akan meninjau kembali kode etik, serta menindaklanjuti pelatih atau staf yang terlibat. Sementara Bhayangkara FC mengumumkan sanksi internal bagi pemain dan pelatih yang terbukti melanggar disiplin. Kasus ini juga akan diserahkan kepada Komisi Disiplin PSSI, EPA, serta I‑League untuk diproses sesuai regulasi.

  • Mediasi dilaksanakan secara kekeluargaan dan menghasilkan kesepakatan damai.
  • Fadly Alberto secara langsung meminta maaf kepada Rakha Nurkholis.
  • Rakha Nurkholis memaafkan Alberto dan menegaskan pentingnya kedewasaan.
  • Pimpinan Dewa United memutuskan tidak melanjutkan proses hukum.
  • Dewa United akan melakukan evaluasi menyeluruh pada semua kelompok usia.
  • Bhayangkara FC menerapkan sanksi disiplin internal.
  • Kasus diserahkan ke Komdis PSSI, EPA, dan I‑League untuk penanganan resmi.
  • Kondisi Rakha masih dalam perawatan, menunggu hasil MRI.

Dengan selesainya mediasi Dewa United Bhayangkara, harapan utama adalah terciptanya budaya sportivitas yang lebih kuat di tingkat junior. Kedua klub menekankan bahwa tanggung jawab mereka tidak hanya pada hasil pertandingan, melainkan pada pembentukan karakter pemain muda. Jika semua pihak dapat belajar dari insiden ini, maka sepak bola Indonesia akan semakin profesional dan bebas dari tindakan kekerasan.

📖 Baca juga:
I.League Tekan Kebijakan Baru: Dukung Sanksi Tegas atas Kekerasan di Laga EPA U‑20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *