Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 18 Juli 2026 | Cesc Fabregas, nama yang tidak asing lagi di dunia sepak bola. Pemain yang pernah bergabung dengan klub-klub besar seperti Arsenal, Barcelona, dan Chelsea ini kini telah beralih profesi sebagai pelatih. Fabregas telah menunjukkan kemampuan dan strategi yang baik dalam memimpin timnya, Como, di Italia.
Fabregas pernah menjadi bagian dari tim nasional Spanyol yang berhasil memenangkan Piala Dunia 2010. Ia juga pernah bermain bersama dengan pemain-pemain hebat seperti David Villa, Fernando Torres, Andrés Iniesta, Gerard Piqué, dan Carles Puyol. Mereka semua telah menjadi bagian dari sejarah sepak bola Spanyol yang gemilang.
Saat ini, Fabregas sedang memimpin Como di Liga Champions. Ia telah menolak tawaran dari beberapa klub Italia untuk tetap memimpin Como dan membawa mereka ke Liga Champions untuk pertama kalinya. Fabregas telah menjadi sosok sentral dalam pengembangan Como selama beberapa tahun terakhir.
Fabregas juga telah menunjukkan kemampuan analisis yang baik dalam membaca permainan lawan. Ia pernah menyindir taktik Thomas Tuchel yang cenderung defensif saat timnya unggul. Fabregas berpendapat bahwa perubahan strategi menjadi bertahan dapat mengubah mindset pemain dan memberi ruang bagi lawan untuk lebih menekan.
Como telah melakukan beberapa perekrutan baru, termasuk Andrés Cuenca, bek muda yang memiliki teknik, energi, dan kekuatan luar biasa. Cuenca telah menandatangani kontrak hingga tahun 2030 dan diyakini dapat berkembang secara signifikan dalam proyek Como.
Dalam beberapa bulan terakhir, Fabregas telah menolak tawaran dari tiga klub Italia. Ia lebih memilih untuk tetap memimpin Como dan membawa mereka ke Liga Champions. Fabregas telah menjadi bagian dari sejarah sepak bola Spanyol dan kini sedang membuat sejarah baru dengan Como di Italia.
Kesimpulan, Cesc Fabregas telah berhasil beralih profesi dari pemain bintang menjadi pelatih sukses. Ia telah menunjukkan kemampuan dan strategi yang baik dalam memimpin timnya, Como, di Italia. Fabregas telah menjadi sosok sentral dalam pengembangan Como dan telah menolak tawaran dari beberapa klub Italia untuk tetap memimpin Como.











