Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 13 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 telah membawa dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara). Salah satu kawasan yang merasakan lonjakan aktivitas ekonomi adalah Taman Tepian Kayan atau Siring di Jalan Katamso yang selama Piala Dunia disulap menjadi lokasi nonton bareng (nobar) pertandingan.
Agenda nobar yang rutin digelar setiap Sabtu malam hingga Minggu pagi tersebut berhasil menarik ratusan warga untuk berkumpul menyaksikan laga-laga bergengsi Piala Dunia 2026. Suasana semakin ramai pada Sabtu (27/6/2026) dini hari hingga Minggu (28/6/2026), terlebih bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day di Tanjung Selor pada pagi harinya.
Ramainya pengunjung pun menjadi berkah bagi para pelaku UMKM yang membuka lapak di kawasan Siring. Salah satunya dirasakan oleh Owner Manual Kopi, Arul. Ia mengaku penjualan minuman selama agenda nobar meningkat signifikan dibandingkan hari biasa.
Sementara itu, di Kabupaten Sidrap, ratusan pecinta sepak bola memadati Hutan Kota Ganggawa, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, untuk menyaksikan laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Swiss. Hutan Kota Ganggawa dipilih sebagai lokasi nonton bareng (nobar) karena memiliki area yang luas dan mudah dijangkau masyarakat.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menjadikan Hutan Kota Ganggawa tempat nobar karena lokasi strategis. Kawasan tersebut memang dipenuhi pepohonan rindang yang membuat suasana tetap sejuk. Euforia memuncak ketika gelandang Argentina, Alexis Mac Allister, berhasil membobol gawang Swiss pada menit ke-10.
Tak hanya di Tanjung Selor dan Sidrap, Piala Dunia 2026 juga membawa berkah bagi pemilik kafe di Mamuju Tengah. Nonton bareng (Nobar) Piala Dunia membuat omzet hariannya melonjak hingga 50 persen ketimbang hari biasa. Pemilik kafe Dinnekiya Desa Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat bernama Firman mengaku senang kehadiran Piala Dunia 2026, ikut membawa berkah untuk usahanya.
Firman mengaku jika hari biasa dia hanya mampu menjual sekitar 50 cup, kini angka itu melesat menjadi 100 cup per hari jika bertepatan momentum pertandingan piala dunia. Di hari biasa, rata-rata omzetnya Rp500 ribu atau sekitar 50 cup laku kini di momen piala dunia meningkat dua kali lipat menjadi Rp1 juta atau sekitar 100 cup yang ia jual.
Kesimpulan, Piala Dunia 2026 telah membawa dampak positif bagi pelaku UMKM di Tanjung Selor, Sidrap, dan Mamuju Tengah. Nobar pildun di ketiga daerah tersebut telah meningkatkan omzet dan membawa berkah bagi para pelaku UMKM.











