Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 13 Juli 2026 | Disney kembali menghadirkan salah satu karya animasinya dalam format live-action, kali ini dengan film Moana. Sayangnya, film ini tidak berhasil membuat kejutan besar di box office pada pembukaannya. Dibintangi oleh Dwayne Johnson sebagai Maui dan Catherine Laga’aia sebagai Moana, film ini hanya mampu meraup $43 juta di Amerika Utara dan $52 juta dari pasar internasional, sehingga total pendapatan globalnya mencapai $95 juta pada akhir pekan pertama.
Angka ini jauh dari proyeksi awal yang memperkirakan film ini akan membuka dengan angka sekitar $60 juta atau bahkan $75 juta. Dengan biaya produksi yang mencapai $250 juta, film ini tampaknya akan mengalami kerugian yang cukup besar. Hal ini menambah daftar panjang kekecewaan Disney dengan film live-action remake-nya, setelah sebelumnya Snow White juga tidak berhasil memenuhi ekspektasi.
Moana live-action mendapat tinjauan yang kurang menguntungkan dari kritikus, dengan skor hanya 34% di Rotten Tomatoes. Namun, penonton memberikan respons yang lebih positif, dengan 63% mengatakan mereka akan merekomendasikan film ini kepada teman-teman mereka, dan 78% orang tua mengatakan mereka akan merekomendasikannya kepada orang tua lain. Film ini juga mendapatkan skor A- dari CinemaScore.
Catherine Laga’aia, yang memerankan Moana, mendapat pujian atas penampilannya yang kuat dan menyenangkan. Ia berhasil menghidupkan karakter Moana dengan cara yang segar dan berbeda dari versi animasinya. Dwayne Johnson, yang kembali memerankan Maui, juga memberikan penampilan yang baik, meskipun beberapa kritikus merasa bahwa energinya tidak sekuat di film animasinya.
Kekecewaan box office ini tentu saja menimbulkan pertanyaan tentang strategi live-action remake Disney di masa depan. Dengan beberapa proyek live-action remake lainnya yang sudah dalam pengembangan, Disney harus mempertimbangkan kembali pendekatannya agar bisa memenuhi harapan penonton dan kritikus.
Moana sendiri adalah cerita yang kuat dan menyentuh, dengan tema keluarga, identitas, dan penemuan diri yang universal. Film aslinya, yang dirilis pada 2016, sangat disukai dan menjadi salah satu film terbaik Disney dalam beberapa tahun terakhir. Versi live-action ini, meskipun tidak berhasil menyaingi kesuksesan aslinya, masih menawarkan pengalaman menonton yang menyenangkan, terutama bagi mereka yang menyukai cerita aslinya.
Dalam beberapa minggu mendatang, akan menarik untuk melihat bagaimana film ini akan berkembang dan apakah akan mampu memulihkan diri dari pembukaan yang kurang menguntungkan. Sementara itu, Disney harus memikirkan strategi untuk memperbaiki formula live-action remakenya agar bisa kembali memenangkan hati penonton di seluruh dunia.









