Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 13 Juli 2026 | Brigjen Wahyo Yuniartoto, lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2001, saat ini menjabat sebagai Direktur C Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Sebelumnya, ia dikenal sebagai ajudan Presiden Prabowo Subianto. Wahyo memiliki rekam jejak panjang di Kopassus dan dijuluki sebagai ‘Bapak Matahari‘.
Wahyo lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, pada 18 Juni 1979. Ia memiliki karier mentereng di satuan elite Kopassus, berpengalaman di jalur teritorial sebagai Dandim lulusan terbaik, hingga memiliki latar intelijen di BAIS TNI. Di luar militer, ia berprestasi sebagai manajer Tim Pencak Silat Indonesia, aktif memimpin satgas bencana alam, serta mengantongi gelar Magister Unhan.
Wahyo pernah memegang berbagai posisi krusial di Kopassus, mulai dari Komandan Batalyon 14 Grup 1 Kopassus, Wakil Komandan Grup 2 Kopassus, Asisten Operasi Kopassus, hingga dipercaya menjadi Komandan Grup 2 Kopassus. Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodim 0703 selama dua tahun dan sukses meraih predikat lulusan terbaik saat menempuh Pendidikan Komandan Kodim (2018).
Belakangan, Wahyo dikabarkan terlibat dalam aksi penggerudukan personel TNI di Polda Metro Jaya pada Rabu malam, 8 Juli 2026. Namun, Kapuspen TNI Brigadir Jenderal Muhammad Nas membantah keterlibatan personel TNI dalam peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa TNI menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak akan mencampuri kewenangan aparat penegak hukum.
Wahyo Yuniartoto dinilai sebagai salah satu perwira TNI yang memiliki karier gemilang. Ia dipandang sebagai sosok yang tangguh dan berpengalaman, sehingga layak untuk memegang posisi strategis di TNI.
Kesimpulan, Brigjen Wahyo Yuniartoto merupakan salah satu perwira TNI yang memiliki rekam jejak panjang dan gemilang. Ia memiliki pengalaman di berbagai bidang, mulai dari Kopassus hingga intelijen, dan dinilai sebagai salah satu sosok yang tangguh dan berpengalaman di TNI.











