Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 22 April 2026 | Persaingan menghindari degradasi di Premier League musim 2025/2026 semakin memanas. Empat tim—Tottenham Hotspur, West Ham United, Nottingham Forest, dan Leeds United—saling bersaing ketat untuk menjauh dari zona merah. Tottenham, yang baru saja menahan imbang melawan Brighton & Hove Albion, kini berada dua poin di belakang batas aman. Gol penyama kedudukan yang tercipta pada menit akhir menambah tekanan pada tim asuhan Roberto De Zerbi.
Rival sekotanya, West Ham United, juga mengalami kebuntuan. The Hammers hanya berhasil mengamankan satu poin dari laga tandang melawan Crystal Palace, meninggalkan jarak dua poin antara mereka dan Tottenham. Pelatih West Ham, Nuno Espirito Santo, menegaskan bahwa pertarungan ini akan berlangsung hingga peluit akhir musim, menambah nuansa dramatis pada papan bawah klasemen.
Roberto De Zerbi tetap optimis. Ia menyatakan bahwa timnya “mampu memenangkan lima laga beruntun”, meskipun data terbaru menunjukkan sebaliknya. Tottenham belum mencatatkan kemenangan dalam 15 laga liga terakhir, dengan hanya dua kemenangan sejak Oktober. Sementara itu, rival‑rivalnya menunjukkan tren positif: Leeds United meraih dua kemenangan beruntun, Nottingham Forest tak terkalahkan dalam lima pertandingan, dan West Ham mengumpulkan 19 poin dalam 12 laga terakhir.
Berikut rekapitulasi poin yang diraih masing‑masing tim dalam 12 laga terakhir:
| Tim | Pertandingan | Poin |
|---|---|---|
| West Ham United | 12 | 19 |
| Nottingham Forest | 13 | 18 |
| Leeds United | 14 | 18 |
| Tottenham Hotspur | 15 | 6 |
Data tersebut menegaskan jurang yang semakin lebar antara Tottenham dan pesaingnya. Sejak akhir Desember, Spurs hanya mengumpulkan enam poin dari 15 pertandingan, sementara tiga tim pesaing mengumpulkan poin hampir tiga kali lipat.
Tekanan mental menjadi fokus utama De Zerbi. Ia menekankan pentingnya memperbaiki kepercayaan diri pemain di tengah sorotan media dan kritik publik. Gelandang Swedia Lucas Bergvall, yang baru saja mencetak gol di Liga Champions, diharapkan dapat menjadi katalisator perubahan.
Jadwal sisa musim menawarkan peluang sekaligus tantangan. Tottenham harus mengatasi Wolverhampton Wanderers—yang dipastikan terdegradasi—sebelum menghadapi Leeds United, Aston Villa, Chelsea, dan Everton. Laga melawan Leeds menjadi krusial; kemenangan di sana dapat menutup kesenjangan poin dan memberi Spurs ruang bernapas sebelum pertempuran akhir melawan klub-klub papan atas.
Di sisi lain, West Ham masih memiliki agenda berat melawan Everton, Brentford, Arsenal, Newcastle United, dan Leeds United. Nottingham Forest harus menghadapi Chelsea dan Manchester United, sementara Leeds United juga memiliki jadwal ketat melawan tim-tim besar. Dengan semua tim berada dalam sprint terakhir, setiap poin menjadi sangat berharga.
Jika Tottenham gagal mengalahkan Wolves pada akhir pekan ini, mereka akan menyamai rekor terburuk klub tanpa kemenangan di liga, yang terakhir terjadi pada era 1934‑1935. Namun, kemenangan dapat mengubah narasi, mengangkat moral pemain, dan memberi peluang bagi manajer untuk tetap bertahan.
Para penggemar Tottenham menunggu dengan napas tertahan. Kegagalan tidak hanya berarti jatuh ke zona degradasi pertama sejak 1977, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang masa depan pelatih dan kebijakan transfer. Di tengah spekulasi, De Zerbi tetap menegaskan tekadnya untuk “melanjutkan misi” hingga akhir musim.
Dengan lima pertandingan tersisa, setiap laga menjadi pertandingan penentu. Konflik antara tekanan, harapan, dan realita statistik membuat drama degradasi Premier League menjadi sorotan utama. Tottenham berada di persimpangan jalan; kemenangan atau kekalahan akan menuliskan bab selanjutnya dalam sejarah klub.











