Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 24 Juni 2026 | Presiden ke-7 Joko "Jokowi" Widodo telah meminta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode. Hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan tentang strategi politik di balik keputusan Jokowi.
Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menegaskan bahwa keputusan Jokowi untuk menjadi Ketua Dewan Pembina PSI sepenuhnya menjadi kewenangan Kaesang Pangarep, Ketua Umum PSI. Bestari juga menyebutkan bahwa fokus partai saat ini adalah memperkuat struktur internal menjelang verifikasi partai.
PSI membantah anggapan bahwa kunjungan Jokowi ke daerah-daerah adalah safari politik. Bestari menjelaskan bahwa Jokowi akan menghadiri sejumlah agenda PSI di Lampung, termasuk rapat kerja daerah (Rakorwil), rapat kerja susunan (Rakorsus), dan rapat kerja daerah (Rakorda).
Di sisi lain, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan bahwa wacana tentang masa jabatan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode masih prematur. Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menekankan bahwa prioritas utama koalisi dan seluruh elemen bangsa saat ini adalah memastikan roda pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo dapat berjalan sukses dan memenuhi ekspektasi publik.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), juga menyatakan bahwa pernyataan Jokowi tentang dukungan untuk Prabowo-Gibran dua periode terlalu cepat. AHY menilai bahwa kontestasi Pemilu 2029 masih lama dan Demokrat berfokus pada urusan di dalam negeri, terutama menjaga daya beli masyarakat dan membuka lapangan kerja.
Terakhir, PSI juga mengklarifikasi isu tentang mantan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, yang dikabarkan bergabung dengan partai. Bestari Barus membantah kabar tersebut dan menyatakan bahwa Nur Alam tidak pernah menjadi bagian dari kader PSI.
Dalam kesimpulan, dukungan Jokowi untuk Prabowo-Gibran dan klarifikasi isu internal PSI menunjukkan bahwa dinamika politik di Indonesia terus berubah dan berkembang. Partai-partai politik terus berusaha untuk memperkuat posisi mereka dan mempengaruhi arah pemerintahan.











