Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 14 April 2026 | Pelatih asal Belanda, Johnny Jansen, menyampaikan rasa kecewa yang mendalam setelah Bali United harus menelan kekalahan 2-3 dari Persib Bandung pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu, 12 April 2026, menjadi sorotan utama karena Bali United menciptakan lebih banyak peluang, namun tidak mampu mengamankan satu poin pun.
Menurut Jansen, timnya seharusnya mampu meraih setidaknya satu poin, bahkan tiga poin, mengingat performa yang lebih unggul dibanding lawan. “Saya kecewa karena kami tidak mendapatkan poin. Saya pikir kami pantas setidaknya meraih satu poin, bahkan menurut saya hari ini kami seharusnya bisa mendapatkan tiga poin karena kami bermain lebih baik daripada Persib Bandung,” ujarnya dalam konferensi pers sesudah laga. Jansen menekankan bahwa Bali United menguasai penguasaan bola di babak kedua dan menekan pertahanan Persib secara konsisten.
Statistik pertandingan memperlihatkan bahwa Bali United menghasilkan tiga kali lebih banyak tembakan ke tiang gawang dibanding Persib. Teppei Yachida mencetak gol pada menit ke-81, sementara Jordy Bruijn menambah satu gol pada menit tambahan 90+3, menutup skor akhir menjadi 2-3. Di sisi lain, Ramon Souza membuka keunggulan Persib pada menit ke-29, diikuti oleh gol Luciano Guaycochea pada menit ke-55 dan Federico Barba pada menit ke-87. Meskipun Persib bermain dengan sepuluh pemain sejak Patricio Matricardi menerima kartu merah pada menit ke-66, Jansen menolak anggapan bahwa keunggulan numerik menjadi faktor penentu.
Jansen menegaskan bahwa Bali United telah bermain solid sejak menit awal, bahkan sebelum Persib kehilangan satu pemain. “Musim ini kami juga sudah pernah melawan tim dengan 10 pemain dan itu tetap tidak mudah. Tapi saya tidak setuju dengan pendapat bahwa kami baru tampil bagus setelah unggul jumlah pemain. Kami sudah bermain bagus bahkan saat masih 11 lawan 11,” katanya. Ia menambahkan bahwa kualitas individu Persib, terutama dalam penyelesaian akhir, menjadi pembeda utama dalam laga tersebut.
Selain menyoroti aspek taktik, Jansen juga mengapresiasi kerja keras dan mentalitas timnya. “Saya sangat bangga dengan tim saya atas cara kami bermain hari ini. Jika dilihat dari jumlah peluang, kami bahkan tiga kali membentur tiang gawang,” ucapnya. Ia menilai bahwa tampil di tengah ribuan suporter Bobotoh di GBLA merupakan tantangan tambahan yang berhasil dihadapi Bali United dengan baik.
Setelah mengevaluasi kekalahan, Jansen menegaskan bahwa tim harus belajar dari pengalaman ini untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir. “Kami tidak mendapatkan poin, dan itu yang harus kami pelajari untuk diperbaiki,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa fokus ke pertandingan selanjutnya akan menjadi prioritas utama, dengan harapan dapat kembali meraih kemenangan di kandang Bali United.
Pemain Bali United, M. Rahmat, juga memberikan pandangan realistis usai laga. Ia mengucapkan selamat kepada Persib atas kemenangan dan menegaskan bahwa tim akan kembali ke Bali untuk memperbaiki performa. “Sekarang kami akan kembali ke Bali, dan memikirkan fokus untuk pertandingan selanjutnya,” ujarnya. Kedua pihak menutup sesi konferensi pers dengan harapan bahwa kompetisi BRI Super League 2025/2026 akan terus menyajikan pertandingan yang kompetitif dan menghibur.











