Ekonomi

Harga Emas 24 Karat Turun, Saham Emiten Emas Bergerak Bervariasi

×

Harga Emas 24 Karat Turun, Saham Emiten Emas Bergerak Bervariasi

Share this article
Harga Emas 24 Karat Turun, Saham Emiten Emas Bergerak Bervariasi
Harga Emas 24 Karat Turun, Saham Emiten Emas Bergerak Bervariasi

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 23 Juni 2026 | Harga emas 24 karat dari produsen besar seperti PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Pegadaian (Persero), dan PT Hartadinata Abadi Tbk menjadi sorotan pada beberapa hari terakhir. Angka-angka ini penting sebagai patokan bagi masyarakat yang hendak bertransaksi jual beli emas, baik untuk investasi maupun kebutuhan perhiasan.

Selain emas batangan, harga emas perhiasan dengan beragam kadar karat dari Raja Emas Indonesia dan Laku Emas juga memperlihatkan dinamika pasar yang perlu dicermati. Ketersediaan data harga dari berbagai sumber ini memungkinkan investor dan konsumen membuat keputusan yang lebih terinformasi mengenai nilai investasi mereka.

📖 Baca juga:
IHSG Turun 3,38% di Penutupan, 10 Saham Big Caps Seperti BBCA dan BREN Jatuh Serentak

Emas murni 24 karat, meskipun memiliki nilai tertinggi, seringkali dicampur dengan logam lain untuk meningkatkan ketahanannya karena sifatnya yang terlalu lunak. Variasi harga ini mencerminkan perbedaan kemurnian dan bentuk emas yang ditawarkan di pasar, dengan kadar karat yang lebih tinggi umumnya memiliki harga per gram yang lebih tinggi.

Pada beberapa hari terakhir, harga emas Antam menunjukkan nilai bervariasi tergantung pada ukuran gramasinya. Emas Antam 0,5 gram dibanderol Rp 1.384.000, sementara ukuran 1 gram seharga Rp 2.668.000. Untuk ukuran yang lebih besar, emas 10 gram tercatat Rp 26.230.000, dan 100 gram mencapai Rp 261.160.000.

Di sisi lain, PT Pegadaian (Persero) menawarkan harga emas dari tiga merek berbeda. Untuk produk Galeri24, emas 0,5 gram dihargai Rp 1.389.000, sedangkan 1 gram seharga Rp 2.649.000. Ukuran 10 gram Galeri24 berada di angka Rp 25.910.000, dan 1.000 gram mencapai Rp 2.567.479.000.

PT Hartadinata Abadi Tbk juga merilis harga dasar dan harga buyback emas. Untuk emas 0,1 gram, harga dasarnya adalah Rp 321.500 dengan harga buyback Rp 241.000. Ukuran 1 gram memiliki harga dasar Rp 2.532.000 dan harga buyback Rp 2.410.000.

📖 Baca juga:
Kementerian ESDM Terima Anggaran Tambahan Rp14 Triliun untuk Proyek Strategis

Perbedaan antara harga dasar dan harga buyback ini menjadi pertimbangan penting bagi investor yang berencana menjual kembali emas mereka. Selain itu, pergerakan saham emiten tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak bervariasi. Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun, sementara saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) naik.

Kenaikan saham EMAS didorong rencana perseroan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Hong Kong (HKEX). Langkah tersebut mendapat dukungan dari sejumlah lembaga keuangan dan investor global. Dalam aksi korporasi itu, UBS dan CITIC Securities ditunjuk sebagai sponsor utama.

Perseroan juga menggandeng Morgan Stanley, HSBC, China International Capital Corporation (CICC), dan Macquarie Group sebagai joint overall coordinators, joint global coordinators, sekaligus joint bookrunners. EMAS mendapatkan komitmen dari sejumlah investor utama atau cornerstone investors yang terdiri dari pelaku industri strategis dan investor keuangan global.

Dalam penawaran IPO, EMAS mendapatkan komitmen dari sejumlah investor utama atau cornerstone investors yang terdiri dari pelaku industri strategis dan investor keuangan global. Dari kelompok industri, investor yang berpartisipasi antara lain Wanguo Gold Group, CNGR (Hong Kong Material Science & Technology), Mercuria Holdings (Singapore), Trafigura, Glencore International, hingga Intera Mining Investment.

📖 Baca juga:
7 Shio yang Alami Titik Balik Finansial Dramatis di Akhir April 2026

Sementara itu, dari kalangan investor keuangan, Ping An of China Asset Management (Hong Kong), GF Fund Management, Eurus Holdings SPC yang berafiliasi dengan ORIX, Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, dan Wind Sabre Fund SPC juga masuk ke dalam jajaran investor.

Kesimpulan, harga emas 24 karat dari produsen besar seperti Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi menjadi sorotan pada beberapa hari terakhir. Pergerakan saham emiten tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak bervariasi. Kenaikan saham EMAS didorong rencana perseroan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Hong Kong (HKEX).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *