Musik

Mengejutkan, Ndhank Surahman Hartono Meninggal Setelah Stroke Ringan dan Pecah Pembuluh Otak

×

Mengejutkan, Ndhank Surahman Hartono Meninggal Setelah Stroke Ringan dan Pecah Pembuluh Otak

Share this article
Mengejutkan, Ndhank Surahman Hartono Meninggal Setelah Stroke Ringan dan Pecah Pembuluh Otak
Mengejutkan, Ndhank Surahman Hartono Meninggal Setelah Stroke Ringan dan Pecah Pembuluh Otak

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 20 April 2026 | Manado, 20 April 2026 – Dunia musik Indonesia kembali diliputi duka setelah kabar meninggalnya Endang Surahman Hartono, yang lebih dikenal dengan nama Ndhank Surahman, mantan gitaris band Stinky. Ndhank dilaporkan mengidap stroke ringan yang kemudian berujung pada pecahnya pembuluh darah di otak. Ia sempat dirawat intensif selama tiga hari di sebuah rumah sakit di Manado sebelum menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (18/4/2026).

Menurut keterangan yang disampaikan oleh saudara kembarnya, Edo Surahim, Ndhank masuk rumah sakit dalam keadaan koma dan harus menggunakan alat bantu pernapasan. “Itu dirawat baru tiga hari, awalnya stroke ringan, terakhir sebelum meninggal pembuluh di otak pecah,” ujar Edo dalam wawancara singkat dengan media pada Minggu (19/4/2026). Ia menambahkan bahwa proses perawatan masih dipantau secara ketat oleh tim medis, namun kondisi Ndhank tidak menunjukkan perbaikan signifikan.

📖 Baca juga:
Dyandra Global Tambah Hari Konser EXO 2026, Tiket Ludes dalam Hitungan Jam

Sebelum dirawat, Ndhank sempat menghubungi keluarga dan teman-temannya untuk membahas proyek musik terbarunya. “Sempat bahas project band baru dia Note n Sound dengan eks vokalis Zigas (Zoker) dan gitaris Orange Ryan,” kata Edo. Proyek tersebut diharapkan dapat menjadi langkah lanjutan dalam karier musik Ndhank setelah keluar dari Stinky pada tahun 2022.

Andre Taulany, komedian dan musisi ternama, juga menyampaikan rasa berduka cita melalui media sosial. Ia menulis, “Turut berduka atas kepergian sahabat sekaligus musisi berbakat, Ndhank. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.” Pernyataan tersebut mendapat banyak dukungan dari para penggemar dan rekan musisi lainnya.

Berita duka ini juga mengundang banyak perhatian publik terhadap pentingnya penanganan dini stroke. Stroke ringan, yang biasanya ditandai dengan gejala seperti pusing, kesulitan berbicara, atau kelemahan pada satu sisi tubuh, dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih parah jika tidak ditangani secara cepat. Pada kasus Ndhank, komplikasi pecah pembuluh otak menjadi faktor utama yang mempercepat kematiannya.

📖 Baca juga:
The Strokes Guncang Coachella 2026 dengan Visual Politik Kontroversial

Berikut rangkaian kronologis kejadian yang telah terungkap:

  • 18 April 2026: Ndhank mengalami gejala stroke ringan dan dibawa ke rumah sakit di Manado.
  • 18-19 April 2026: Diberikan perawatan intensif, termasuk ventilasi mekanik, namun kondisi tidak stabil.
  • 19 April 2026: Keluarga mengonfirmasi bahwa Ndhank mengalami pecah pembuluh darah di otak.
  • 19 April 2026: Edo Surahim menyampaikan informasi kepada media dan menunggu konfirmasi lebih lanjut dari istri Ndhank terkait detail pemakaman.

Hingga kini, keluarga Ndhank masih menunggu kepastian jadwal pemakaman. Edo menegaskan, “Di Manado mas, kapannya saya masih tunggu konfirmasi dari istrinya, karena saya masih di Tangerang.” Ia berharap proses pemakaman dapat dilaksanakan dengan tenang dan menghormati keinginan almarhum serta keluarganya.

Kepergian Ndhank menambah deretan musisi Indonesia yang meninggal dunia karena komplikasi kesehatan. Di antara mereka, ada juga musisi lain yang pernah mengidap stroke, seperti gitaris band X yang meninggal pada tahun 2023. Kasus-kasus tersebut menjadi pengingat bagi dunia musik untuk memperhatikan kesehatan, terutama bagi para artis yang sering menjalani jadwal padat dan tekanan tinggi.

📖 Baca juga:
Bernadya Guncang Industri Musik dengan Single ‘Rabun Jauh’—Lirik Penuh Makna dan Harapan yang Menggetarkan Hati

Dengan meninggalnya Ndhank Surahman, industri musik kehilangan sosok kreatif yang telah berkontribusi pada perkembangan genre pop Indonesia. Lagu “Mungkinkah” yang diciptakan bersama Stinky masih menjadi kenangan manis bagi para penggemar. Semoga karya-karyanya terus dikenang dan menginspirasi generasi musisi berikutnya.

Kesimpulannya, Ndhank Surahman Hartono meninggal setelah mengalami stroke ringan yang berlanjut menjadi pecah pembuluh otak. Perawatan yang berlangsung selama tiga hari tidak dapat menyelamatkan nyawanya. Keluarga, sahabat, serta rekan seprofesi memberikan penghormatan terakhir dan berharap agar kejadian ini meningkatkan kesadaran tentang pentingnya penanganan cepat terhadap gejala stroke.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *