Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 18 Juni 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca yang menunjukkan bahwa Indonesia akan mengalami dampak El Nino yang signifikan. El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang dapat memengaruhi pola cuaca global.
BMKG memprediksi bahwa El Nino akan berdampak pada musim kemarau di Indonesia, yang diperkirakan akan lebih kering dan lebih panjang dibandingkan dengan kondisi normal. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa peluang El Nino mencapai kategori moderat mencapai 98 persen, bahkan berpotensi mencapai kategori kuat dengan peluang sebesar 62 persen.
Banyak wilayah di Indonesia yang sudah mengalami hari tanpa hujan, terutama di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Kategori Hari Tanpa Hujan (HTH) mulai dari menengah hingga sangat panjang, dengan periode tanpa hujan yang mencapai 11-20 hari hingga 31-60 hari.
BMKG juga memprediksi bahwa cuaca di Jawa Timur pada Kamis, 18 Juni 2026, didominasi cuaca hujan ringan, berawan, dan udara kabur. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 14 hingga 32 derajat Celsius.
Di Yogyakarta, BMKG memprediksi bahwa cuaca akan cerah berawan sepanjang hari, dengan suhu udara yang nyaman. Wilayah Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul juga diprediksi akan mengalami cuaca cerah berawan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino, terutama dalam sektor pertanian. Petani disarankan untuk menyesuaikan jadwal tanam dengan kondisi iklim yang lebih kering dan menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan.
BMKG juga merekomendasikan penggunaan teknologi irigasi yang efisien dan pengelolaan air yang baik untuk mengurangi dampak kekeringan. Dengan demikian, masyarakat dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi dampak El Nino yang akan datang.











