Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 Juni 2026 | Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa pukul 10.27 WIB. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 1,11° LS; 120,32° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 54 km Tenggara Palu, pada kedalaman 11 km.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menginstruksikan jajaran untuk melaksanakan tindakan darurat setelah gempa bumi tektonik magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu. Gubernur meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tenaga medis, serta unsur penanggulangan bencana untuk melakukan langkah-langkah tanggap darurat guna memastikan keselamatan masyarakat.
BMKG menyatakan bahwa gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu, bukan sesar Palu-Koro yang legendaris. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
Gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas V MMI di Balinggi, Parigi Moutong; skala intensitas IV-V MMI di Palolo, Sigi, Torue, Parigi Moutong; skala intensitas III MMI di Kota Sigi Biromaru, Kota Poso; skala intensitas II-III MMI di Kota Palu; dan skala intensitas II MMI di Kota Donggala, Kota Pasangkayu.
Pemerintah Kabupaten Sigi mencatat sebanyak 787 rumah rusak di lima kecamatan akibat gempa bumi, dengan rincian 707 rumah rusak ringan, 68 rusak sedang, dan 12 rusak berat. Total warga terdampak gempa bumi di kabupaten Sigi mencapai 912 Kepala keluarga dengan 1.412 jiwa.
Upaya penanganan darurat telah dilakukan, termasuk penyiapan tenda-tenda pelayanan darurat di area terbuka atau halaman rumah sakit guna menjamin keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang membutuhkan layanan medis. Pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar pengungsi akan menjadi perhatian utama selama masa tanggap darurat.
BMKG akan terus memonitor dan mengevaluasi distribusi aktivitas gempa susulan. Gubernur Anwar Hafid meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Kesimpulan, gempa bumi M6.7 yang mengguncang Sulawesi Tengah menyebabkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur, serta menimbulkan korban jiwa. Upaya penanganan darurat telah dilakukan oleh pemerintah dan instansi terkait untuk memastikan keselamatan masyarakat dan memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.











