OLAHRAGA

Janice Tjen Terpaksa Tinggalkan Open de Rouen 2026: Cedera Pergelangan Kaki Mengancam Debut Besar

×

Janice Tjen Terpaksa Tinggalkan Open de Rouen 2026: Cedera Pergelangan Kaki Mengancam Debut Besar

Share this article
Janice Tjen Terpaksa Tinggalkan Open de Rouen 2026: Cedera Pergelangan Kaki Mengancam Debut Besar
Janice Tjen Terpaksa Tinggalkan Open de Rouen 2026: Cedera Pergelangan Kaki Mengancam Debut Besar

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 20 April 2026 | Janice Tjen, petenis muda berusia 23 tahun yang menjadi harapan baru tenis Indonesia, harus menunda rencananya menembus babak utama Open de Rouen 2026 setelah mengalami cedera pergelangan kaki kanan. Cedera tersebut terjadi saat ia berpartisipasi dalam Billie Jean King Cup (BJK Cup) grup I zona Asia/Oseania di New Delhi, tepatnya pada pertandingan melawan Anchisa Chanta. Meskipun berhasil menutup pertandingan dengan skor straight set 6-2, 6-4, rasa sakit yang menumpuk memaksa Janice mengundur penampilannya di turnamen WTA 250 berikutnya.

Open de Rouen, yang digelar pada bulan April 2026, seharusnya menjadi panggung bagi Janice untuk memperkuat posisinya sebagai pemain unggulan bersama pasangannya, Aldila Sutjiadi, di nomor ganda. Namun, tim Indonesia memutuskan mengganti Janice dengan pemain asal Taiwan, Harmony Tan, untuk menjaga performa tim secara keseluruhan. Sementara itu, jadwal penting berikutnya bagi Janice adalah Madrid Open yang dijadwalkan satu pekan setelah Rouen. Ia masih terdaftar sebagai kontestan, baik di nomor tunggal maupun ganda, dan berharap dapat pulih tepat waktu untuk menampilkan debut pasangan barunya di level WTA 1000.

📖 Baca juga:
Athletic vs Osasuna: Derby Basque 2026, Athletic Club Menang 1-0 dan Perkuat Harapan Eropa

Berikut rangkuman singkat perjalanan karier Janice Tjen hingga saat ini:

  • Awal Karier Nasional: Menguasai turnamen junior di Indonesia dan berhasil menembus tim nasional pada usia 16 tahun.
  • Pendidikan di Amerika Serikat: Membela Universitas Oregon (2020-2021) sebelum pindah ke Pepperdine University (2021-2024), di mana ia menjadi bagian penting tim Pepperdine Waves.
  • Prestasi NCAA: Menjadi pemain ketiga dalam sejarah Oregon Ducks yang meraih predikat ITA All-American dan berpartisipasi dalam final Liga National Collegiate Athletic Association (NCAA).
  • Debut Grand Slam: Memasuki US Open 2025 sebagai pemain wildcard, menandai langkah penting ke level internasional.
  • Turnamen WTA: Mengikuti lebih dari 90 pertandingan tunggal dan ganda sejak debutnya, termasuk penampilan di turnamen WTA 250 sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara dengan Times of India setelah BJK Cup, Janice mengungkapkan pentingnya dukungan tim pelatih, khususnya pelatih kepala Chris Bint, dalam menjaga kondisi fisik dan mentalnya. “Saya memiliki tim yang solid. Pelatih saya selalu menekankan optimisme dan pencegahan cedera,” ujar Janice. Meski demikian, jadwal padat sejak debutnya di US Open 2025 membuat beban kompetisi menjadi sangat berat, sehingga risiko cedera meningkat.

Para ahli medis tim Janice memperkirakan masa pemulihan cedera pergelangan kaki dapat memakan waktu antara dua hingga empat minggu, tergantung pada respons tubuhnya terhadap terapi fisik. Selama periode rehabilitasi, ia akan fokus pada latihan stabilitas, penguatan otot-otot pergelangan, dan terapi hidroterapi. Jika proses penyembuhan berjalan lancar, Janice diperkirakan dapat kembali ke kompetisi pada awal Mei, tepat sebelum musim Wimbledon dimulai.

📖 Baca juga:
Kick-off Persib Arema Resmi Diundur: Alasan Mengejutkan dan Dampaknya untuk Bobotoh

Kehilangan kesempatan tampil di Open de Rouen tentu menjadi pukulan berat bagi Janice, mengingat turnamen tersebut menjadi ajang penting untuk mengumpulkan poin ranking WTA. Namun, para analis menganggap bahwa penundaan ini dapat menjadi momentum bagi Janice untuk memperbaiki teknik bermainnya dan mengurangi beban fisik yang berlebihan. “Cedera memang menunda, tetapi dengan manajemen yang tepat, Janice dapat kembali lebih kuat,” kata seorang komentator tenis lokal.

Selain aspek kompetitif, cerita Janice juga mencerminkan tantangan psikologis yang dihadapi pemain muda dalam menyeimbangkan karier internasional dan kesehatan pribadi. Ia pernah mengaku merasakan “kesendirian” saat menapaki dunia tenis profesional, terutama ketika harus meninggalkan kampus dan keluarga untuk berlatih di luar negeri. Pengalaman ini menambah dimensi emosional dalam perjalanan kariernya, sekaligus memotivasi banyak atlet muda Indonesia untuk terus berjuang.

Ke depannya, harapan besar tetap mengiringi Janice Tjen. Jika ia berhasil pulih tepat waktu, penampilannya di Madrid Open dapat menjadi batu loncatan penting menuju debut di WTA 1000 bersama Aldila Sutjiadi. Semua mata kini tertuju pada proses rehabilitasi dan strategi tim dalam mengoptimalkan performa Janice menjelang turnamen-turnamen utama tahun 2026.

📖 Baca juga:
SMARTFREN Fun Run 5K Medan Meriah, Bintang Bulu Tangkis Malaysia Peringatkan Indonesia di Thomas Cup 2026

Dengan dukungan publik, sponsor, dan federasi tenis Indonesia, Janice Tjen bertekad untuk kembali ke lapangan secepat mungkin, membawa semangat kompetitif dan kebanggaan bangsa dalam setiap servisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *