BERITA

Malam 1 Suro 2026: Tradisi Sakral dan Persiapan Kirab di Solo

×

Malam 1 Suro 2026: Tradisi Sakral dan Persiapan Kirab di Solo

Share this article
Malam 1 Suro 2026: Tradisi Sakral dan Persiapan Kirab di Solo
Malam 1 Suro 2026: Tradisi Sakral dan Persiapan Kirab di Solo

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 16 Juni 2026 | Malam 1 Suro merupakan malam pergantian tahun dalam kalender Jawa yang masih diperingati oleh sebagian masyarakat Jawa melalui berbagai tradisi dan tirakatan. Penetapan Tahun Baru Jawa tidak lepas dari kebijakan Sultan Agung pada abad ke-17, yang memadukan tradisi penanggalan Saka dengan sistem kalender Hijriah, sehingga 1 Sura bertepatan dengan 1 Muharam.

Malam 1 Sura tidak hanya dimaknai sebagai awal tahun baru, tetapi juga menjadi momen untuk merenung, mengendalikan diri, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena itu, berbagai tradisi dan pantangan dalam masyarakat Jawa sering dikaitkan dengan malam tersebut.

📖 Baca juga:
Fadli Zon Digugat PB XIV Purboyo: Sengketa Penunjukan Tedjowulan Bikin Keraton Solo Terperangkap Hukum

Di Keraton Solo, Malam 1 Suro dirayakan dengan Kirab Malam 1 Suro, yang merupakan tradisi turun-temurun. Namun, tahun ini terdapat perselisihan antara dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta, yaitu kubu Pakubuwono XIV Purboyo dan kubu Lembaga Dewan Adat (LDA) yang dipimpin oleh Hangabehi GKR Koes Moertiyah Wandansari.

Kubu Pakubuwono XIV Purboyo bersikukuh untuk mengadakan Kirab Malam 1 Suro secara mandiri, sementara pihak LDA mengklaim menguasai akses Pintu Kamandungan yang menjadi jalur kirab. LDA menyebut tetap membuka akses jika ada kegiatan kirab, namun hingga kini belum ada komunikasi resmi terkait pelaksanaan Kirab Suro 2026.

Menjelang Kirab Suro, Pemerintah Kota Solo mengundang dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta di sesi berbeda, namun belum ada kesepakatan terkait teknis pelaksanaan, apakah akan digelar bersama atau secara terpisah.

📖 Baca juga:
Malam 1 Suro 2026 Jatuh Pada Tanggal 16 Juni, Ini Makna dan Tradisi yang Sakral

Di sisi lain, tradisi Malam 1 Suro juga terkait dengan kebo bule, yang merupakan ikon yang tidak pernah terpisahkan dari tradisi pergantian tahun dalam kalender Jawa dan Tahun Baru Islam. Kebo bule memiliki kisah yang berakar dari masa Keraton Kartasura hingga berdirinya Keraton Solo.

Sejarah kebo bule di Keraton Solo berawal dari hadiah yang diterima Paku Buwono II dari Kiai Hasan Besari Tegalsari, Ponorogo. Hadiah tersebut diberikan ketika Paku Buwono II bersiap kembali ke Keraton Kartasura setelah peristiwa Geger Pacinan.

Dalam tradisi Jawa, kehidupan manusia kerap dipahami dalam hubungan dengan alam, leluhur, dan nilai spiritual. Setelah Islam berkembang di Jawa, sejumlah tradisi lokal mengalami penyesuaian dan berpadu dengan unsur keislaman.

📖 Baca juga:
Jadwal Sholat Surabaya dan Makna Maghrib di Tahun 2026

Menyambut Malam 1 Suro 2026, masyarakat Jawa diharapkan dapat memahami dan melestarikan tradisi-tradisi yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal. Dengan demikian, Malam 1 Suro dapat menjadi momentum untuk memperkuat ikatan sosial dan memperteguh jati diri sebagai bangsa.

Kesimpulan, Malam 1 Suro 2026 merupakan momentum penting bagi masyarakat Jawa untuk memperkuat ikatan sosial, memperteguh jati diri, dan melestarikan tradisi-tradisi yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *