Nasional

Komponen Cadangan TNI: Mengenal Pasukan Berkuda dan Peran di Era Modern

×

Komponen Cadangan TNI: Mengenal Pasukan Berkuda dan Peran di Era Modern

Share this article
Komponen Cadangan TNI: Mengenal Pasukan Berkuda dan Peran di Era Modern
Komponen Cadangan TNI: Mengenal Pasukan Berkuda dan Peran di Era Modern

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 15 Juni 2026 | Komponen Cadangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih memiliki pasukan berkuda aktif yang tergabung dalam Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud). Di tengah era drone, kecerdasan buatan (AI), satelit militer, dan robot tempur, keberadaan pasukan berkuda TNI mungkin terdengar seperti paradoks sejarah.

Namun, satuan berkuda ini bukan sekadar bagian dari parade militer atau upacara kenegaraan. Dalam sejarahnya, Denkavkud pernah dipersiapkan untuk menjalankan patroli, pengintaian, pengamanan wilayah, hingga tugas operasi di medan yang sulit dijangkau kendaraan bermotor.

📖 Baca juga:
Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau, 8 Korban Tewas, SAR Gabungan Lakukan Evakuasi Berat di Medan Terjal

Keberadaan Detasemen Kavaleri Berkuda TNI AD memunculkan pertanyaan menarik: mengapa militer modern masih mempertahankan pasukan berkuda ketika dunia sedang memasuki era drone dan kecerdasan buatan? Pertanyaan itu menjadi semakin relevan ketika dunia menyaksikan perubahan besar dalam karakter peperangan modern.

Di medan perang Ukraina, drone memburu tank bernilai jutaan dolar dengan presisi tinggi. Di Timur Tengah, drone dan rudal balistik menjadi simbol peperangan abad ke-21. Dunia militer kini berbicara tentang kecerdasan buatan (AI), peperangan siber, dan sistem senjata nirawak.

Namun di sebuah markas militer di Bandung Barat, derap langkah kuda masih terdengar. Bagi sebagian orang, fakta tersebut mungkin terdengar seperti peninggalan masa lalu yang belum sempat dipensiunkan. Bukankah tank, panser, kendaraan taktis, dan helikopter telah lama menggantikan peran kuda di medan perang?

Mengapa militer modern masih mempertahankan satuan berkuda di tengah perkembangan teknologi yang demikian pesat? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus menengok jauh ke belakang, ke salah satu hubungan paling tua dalam sejarah peperangan manusia: hubungan antara manusia dan kuda.

📖 Baca juga:
Rekrutmen TNI dan CPNS 2026: Persiapan dan Proses Seleksi

Kemampuan militer Indonesia masih di bawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Skor kemampuan militer Indonesia dalam Asia Power Index (API) masih berada di bawah target yang ditetapkan.

Kementerian Pertahanan membantah telah mengerahkan Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengawal demo Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Apel Siaga Komcad ASN yang berlangsung pada Jumat lalu di lingkungan Kementerian Pertahanan merupakan bagian dari uji kesiapsiagaan dan pembinaan rutin pasca Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Pelibatan TNI dan Komcad dalam pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa memicu kritik keras dari koalisi masyarakat sipil. Regulasi membatasi pengerahan Komcad hanya untuk kondisi darurat militer, perang, penanggulangan bencana, atau tugas kemanusiaan internasional.

📖 Baca juga:
Kasus Andrie Yunus: Menhan Pastikan Hukuman Pelaku Lebih Berat Melalui Peradilan Militer

Anggota Komcad tidak menerima gaji bulanan layaknya prajurit TNI aktif atau pegawai tetap pada saat mereka berada dalam masa non-aktif (kembali ke profesi sipil). Namun, negara memberikan sejumlah kompensasi dan jaminan penuh selama masa penugasan resmi.

Kesimpulan, keberadaan Komponen Cadangan TNI dan pasukan berkuda masih memiliki peran penting di era modern. Meskipun perkembangan teknologi telah mengubah karakter peperangan, namun keberadaan pasukan berkuda masih dibutuhkan untuk menjalankan tugas-tugas yang tidak bisa dilakukan oleh teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *