Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 14 Juni 2026 | Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menemukan sumber teror api di rumah Fia, Seyegan, Sleman. Berdasarkan hasil penelitian, api yang membakar material di rumah Fia kemungkinan berasosiasi dengan adanya resin poly vinyl chloride (PVC) yang mudah terbakar jika bertemu sumber api.
Menurut Ketua tim PKPE FT UGM, Prof Alva Edy Tontowi, sumber api bukan dari rembesan gas alam dari bawah permukaan, tidak ada anomali termal, dan tidak ditemukan gas yang dapat menyala sendiri secara alami pada suhu kamar. Tim PKPE juga telah menganalisis beberapa material terbakar menggunakan metode Headspace GC (Gas Chromatography) dan tidak menemukan gas hidrogen sebagai penyebab kebakaran.
Resin PVC yang ditemukan pada residu pembakaran berdasarkan pengujian metoda FTIR, merupakan zat yang mudah terbakar jika bertemu sumber api. Namun, resin PVC ini tidak bisa terpantik dan menyulutkan api dengan sendirinya, sehingga masih dibutuhkan pemantik untuk menyulutkan api.
Di sisi lain, UGM juga telah menerima 4.480 mahasiswa baru melalui jalur Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada Computer Based Test (UM UGM CBT) 2026. Lima fakultas dengan peminat terbesar meliputi Kedokteran, Kedokteran Gigi, Hukum, Psikologi, dan Manajemen, yang menunjukkan dominasi minat pada bidang kesehatan, sosial humaniora, serta bisnis.
Kesimpulan dari temuan tim PKPE FT UGM ini adalah bahwa sumber teror api di rumah Fia bukanlah gas alam, melainkan resin PVC yang mudah terbakar jika bertemu sumber api. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak hal yang belum diketahui tentang fenomena api misterius di rumah Fia, dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan jawaban yang pasti.











